Penurunan BI Rate Bangkitkan Pasar Properti

Big Banner

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,75 persen. Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan menargetkan bunga kredit bisa serendah-rendahnya, bahkan satu digit.

Penurunan ini tentunya disambut baik oleh pengembang, karena bisa memengaruhi pasar properti untuk tumbuh lebih cepat.

Baca juga: REI Sambut Baik Paket Kebijakan XI

“Penurunan suku bunga satu digit di akhir tahun, itu top banget. Sekarang sudah kelihatan fluktuasinya,” tutur Wakil Ketua Umum REI Bidang Pembiayaan dan Perbankan, Preadi Ekarto, saat REI Expo di Jakarta Convention Center, beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari  Kompas.com.

Preadi mengharapkan adanya peningkatan properti cukup besar dengan adanya penurunan BI Rate ini. Biasanya, setelah ada kebijakan pemerintah, salah satunya penurunan BI Rate, pasar Jabodetabek akan lebih dulu berjalan. Setelahnya, barulah daerah-daerah lainnya akan mengikuti.

Preadi menjelaskan, “Gejalanya tiga bulan ini kelihatan. Penjualan agak bergairah dan meningkat.”

Ia melanjutkan, peningkatan penjualan properti ini juga dipengaruhi oleh cuaca pada Februari.

Baca juga: BI Rate Turun Tiga Kali Berturut-turut, Apa Dampaknya?

Di tahun-tahun sebelumnya, di bulan kedua tersebut cuaca tidak mendukung lantaran curah hujan yang cukup tinggi. Dengan adanya hujan yang terus-menerus, kunjungan konsumen ke proyek juga menurun.

Namun, berbeda dengan Februari tahun ini cuaca cukup cerah, penjualan pun jadi turut meningkat. (Wit)

rumah123.com