Analis: Peluang koreksi IHSG sesi II lebih besar

Big Banner

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah sampai siang ini (25/8). Indeks ditutup sementara pukul 12.00 WIB turun 16,77 poin atau 0,32% ke 5.182,127.

Analis First Asia Capital David Sutyanto bilang, support terdekat IHSG saat ini ada di 5.170 untuk kemudian menuju 5.150. Adapun target resistance berada pada rentang 5.225-5.250.

Menurut dia, beberapa sesi perdagangan ke depan, peluang IHSG terkoreksi akan lebih besar ketimbang penguatan. “Soalnya, posisi IHSG saat ini membuat harga saham relatif semakin mahal,” imbuhnya.

Catatan saja, sepanjang tahun ini IHSG menguat hingga 21,63% (YTD) terutama ditopang masuknya hot money hingga mencapai Rp 56,5 triliun (YTD). Sedangkan di sisi lain kondisi fundamental ekonomi nasional tidak mendukung.

“Disisi lain, optimisme pasar terhadap pemerintahan baru menghadapi tantangan yang berat apabila tidak berhasil memperoleh simpati parlemen,” tandas David.

Market Summary Henan Putihrai sesi pertama menjelaskan, pelemahan IHSG dipicu oleh sikap pelaku pasar yang wait and see menunggu sentimen terbaru. Sebab, sentimen soal pilpres, termasuk soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) telah dimanfaatkan pelaku pasar. Hal ini bisa dilihat dari posisi IHSG yang sebelumnya telah masuk dalam kategori priced-in.

Sehingga, kondisi belum adanya sentimen baru membuat pelaku pasar saat ini mengambil langkah profit taking. Kebetulan, saat ini posisi rupiah sedang melemah.

IHSG bergerak melemah menuju support trendline. Jadi, mulai transaksi berikutnya sinyal yang kurang bagus ini menyebabkan potensi koreksi IHSG untuk menutup gap pada kisaran 5.077-5.088 dan 5.113-5.127 kembali terbuka.

Namun sampai sesi pertama ini, IHSG tertahan oleh support top box pada level 5.177. Sinyal positif terjadi apabila IHSG mampu ditutup di atas resistance terdekatnya, pada kisaran 5.190. Support selanjutnya pada level 5.165.

Editor: Barratut Taqiyyah

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me