Rumah di Bogor Cicilan Rp800.000 per bulan, Mau?

Big Banner

Bisnis.com, BOGOR — Bagi Anda yang sedang mencari rumah sehat sederhana di kawasan Bogor, PT Mekar Agung Sejahtera menyiapkan sekitar 1350 unit rumah seharga Rp133,5 juta di atas lahan seluas 20 hektar.

Untuk tahap awal, anak usaha Mas Group ini akan membangun sebanyak 300 unit rumah bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Perseroan telah memasarkan perumahan yang diberi nama Grand Sutera Leuwiliang ini, sejak Januari. Animonya sangat antusias terlihat dari banyaknya calon pembeli yang sudah mendaftar.

 “Hingga saat ini sudah ada sekitar 400an calon pembeli yang mengambil nomor urut pembelian. Sudah melebihi unit yang akan kami bangun untuk tahap pertama karena memang lokasinya strategis banyak masyarakat sekitar yang membutuhkan rumah juga,” ujar Direktur Utama PT Mekar Agung Sejahtera Sengkono Dharmawan, Minggu (3/4/2016)

Untuk memudahkan calon pembeli, Mas Group memberikan DP ringan yaitu 10% dari harga jual. Pembeli juga bisa mencicil hingga 8 kali, setelah DP lunas maka akan dilanjutkan dengan proses akad dan serah terima.

“Akadnya paling tidak Desember dan serah terima Januari. Cicilan perbulannya hanya Rp800.000 dengan asumsi 20 tahun bunga bank 5% flat karena ini program rumah bersubsidi FLPP.”

Setelah menyelesaikan pembangunan perumahan tahap satu di kawasan Leuwiliang, Bogor ini, perseroan akan melanjutkan tahap selanjutnya. Ditargetkan seluruh unit perumahan akan selesai dalam waktu 2 tahun ke depan.

Perumahan yang dibangun semuanya dengan tipe 32/60,5 dengan dua kamar tidur, double dinding, rangka baja, dan menggunakan keramik.

Tidak hanya di kawasan Bogor, Mas Group sebelumnya telah membangun perumahan bersubsidi di kawasan Tangerang yaitu Grand Sutera Rajeg, dan di Serang yaitu Grand Sutera Serang. Keseluruh rumah yang dibangun tersebut telah sold out.

“Target Mas Group tahun ini bisa membangun setidkanya 5.000 unit rumah bersubsidi. Kami akan menambah 3 lokasi lagi di Cilegon ada 35 hektar, di  Serang ada 42 hektar, dan di Tangerang ada 35 hektar nanti akan mix antara FLPP dan komersil,” tuturnya

properti.bisnis.com