Pelaku Bisnis Properti 2014 Perlu Waspada

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Kalangan pengembang mengakui melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipastikan akan berdampak pada kenaikan harga properti. Kondisi ini secara langsung akan memengaruhi bisnis properti secara makro pada tahun 2014.

Tahun politik tahun 2014 saat ini relatif agak berbeda dengan iklim pemilu yang lalu dan diperkirakan lebih bergejolak dibandingkan pemilu yang lalu. Hal ini turut mempengaruhi pertumbuhan pasar properti nasional yang relatif akan berdampak merosotnya pasar properti lebih dalam lagi, tahun 2014 dan merupakan tahun Waspada Pasar Properti.

Beberapa emiten properti menetapkan proyeksi yang konservatif karena gambaran kondisi ekonomi yang belum jelas pada tahun depan terkait kebijakan loan to value (LTV) dan situasi politik yang bakal memanas karena adanya pemilu. Periode 2013 – 2014 merupakan periode siklus properti yang sedang melambat, kondisi ini semakin diperparah dengan perekonomian yang melemah baik di dalam negeri maupun global, sehingga kondisi ini perlu untuk diwaspadai oleh para pelaku bisnis properti

Dalam dua tahun terakhir pasar properti memang telah menjadi primadona, dengan pertumbuhan pembangunan dan peningkatan harga yang signifikan khususnya di Jabodetabek. Kondisi ini membuat pasar menjadi jenuh dan terdapat beberapa titik lokasi, membuat pasar properti relatif melambat.

Dengan kondisi ini artinya melambatnya pasar properti saat ini juga dibarengi dengan kondisi-kondisi yang bisa memungkinkan pasar properti akan jatuh lebih rendah lagi. Pengembang harus mengatasi potensi tingkat penjualan yang lebih lambat.

Lisa/Jurnalist/VM/BD
Editor : Eni Ariyanti
Image : ant

beritadaerah.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me