Warga Muara Beliti Tertipu Jual Beli Lahan

Big Banner

MUARA BELITI – Satu persatu warga melaporkan menjadi korban penipuan setelah hutan kawasan yang sebelumnya dikuasai perambah dan cukong, kini diambil alih Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Mura.

Lahan yang dimaksud berada di Dusun Gumilir (SP6) Desa Bumi Makmur, Muara Lakitan. Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kabupaten Mura, EC Priskodesi menegaskan, pihaknya sejak awal telah mengetahui adanya aksi jual beli lahan oleh oknum, kelompok dan para cukong di hutan kawasan. Bahkan, sejak awal kwitansi jual beli lahan itu diperoleh resmi oleh Dishut dari warga yang ditipu. Mirisnya lagi, ada oknum sekretaris desa (sekdes) yang melakukan aksi jual beli tersebut.

“Kita telah menerima lagi laporan dari warga yang ditipu oleh oknum lainnya, yang diduga seorang politisi. Dalam kwitansinya, jelas untuk satu hektare seharga Rp3 juta,” jelas Priskodesi, kemarin.

[Baca Juga: Indonesia Gandeng Korea untuk Pembebasan Lahan]

Menurutnya, Dishut tidak akan tinggal diam terkait aksi jual beli lahan kawasan hutan yang terjadi selama ini. Pendekatan persuasif telah dilakukan di masyarakat dan para oknum. Tetapi masih melakukan tindakan yang melanggar hukum. Sehingga, dengan tegas Dishut Mura melaporkan aksi jual beli lahan ke aparat Polres Mura. Karena aksi mereka telah merugikan dan menipu masyarakat yang menjadi korban.

“Dishut segera melaporkan aksi jual beli hutan kawasan ke Polres Mura. Sehingga, dapat dengan jelas siapa-siapa oknum yang sengaja menjual lahan kawasan hutan,” jelasnya.

Priskodesi menjelaskan, dirinya sejak awal tidak akan mundur untuk menegakkan aturan hukum terkait pengembalian lahan kawasan hutan yang telah diperjualbelikan selama ini. Apalagi kawasan hutan itu menjadi jalur perlintasan satwa gajah. Apapun rintangannya, siap mengembalikan ekosistem hutan yang ada seperti selama ini.

“Sudah cukup aksi perambahan hutan kawasan yang dilakukan selama ini oleh perambah dan cukong, dengan menjadikannya sebagai kawasan tanaman ubi kayu racun. Bahkan, mereka di lokasi hasil mobilisasi oknum-oknum. Sehingga, tidak ada kata mundur untuk tegakkan aturan undang-undang (UU),” ujar Priskodesi.

Dia menegaskan, setelah ini pihaknya segera melakukan penegakan hukum di lahan kawasan hutan yang dikuasai oleh para cukong-cukong. Tidak ada tebang pilih, semua sama. Fungsi hutan harus dikembalikan lagi seperti sediakala.

[Baca Juga: TPS Baru di Bandung Terkendala Lahan]

Sementara itu, Kapolres Mura H Herwansyah Saidi menegaskan, pihaknya sejak awal diminta membantu pengamanan kegiatan penegakan hukum yang dilakukan Dishut Mura sesuai instruksi KLHK RI. Bahkan, pihaknya menunggu laporan Dishut Mura terkait aksi perambahan dan aksi jual beli hutan kawasan.

“Ini negeri Merah Putih, saya akan tegakkan kebenaran masalah perambahan dan aksi jual beli lahan kawasan hutan. Saya sudah beri imbauan dan mengingatkan agar tidak ada lagi aksi jual beli lahan kawasan hutan. Jika masih, tindakan tegas saya terapkan terhadap oknum ataupun siapa saja yang ada dibalik semua ini,”pungkasnya.

(dhe)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me