Bank DKI Luncurkan ‘Jakmobile’ dan Siap Turunkan Suku Bunga Menjadi 1 Digit

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – Bank DKI meluncurkan layanan mobile banking JakMobile yang dapat diakses melalui smartphone nasabah. Peluncuran JakMobile dilakukaan bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Bank DKI ke-55 serta peresmian Kantor Cabang Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pihak manajemen Bank DKI juga menargetkan dana pihak ketiga akan meningkat 14% tahun ini, sementara manajemen juga tengah mempersiapkan produk kredit dengan bunga 1 digit.

Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi mengatakan, kegunaan utama JakMobile sama seperti mobile banking lainnya, yakni lebih memudahkan nasabah dalam transaksi perbankan. Selain itu, sambung dia, pengguna JakMobile juga memudahkan pemilik kendaraan untuk dapat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui virtual account JakMobile.

“Selanjutnya nasabah dapat mengunduh aplikasi JakMobile melalui smartphone. Pada kesempatan yang sama, kita juga resmikan relokasi kantor Cabang Bank DKI ke Komplek Wijaya Grand Center Blok 1-3 dari kantor Jalan Wijaya IX, Kebayoran Baru,” ujarnya di Kantor Bank DKI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/4).

Saat ini, tambah dia, secara keseluruhan Bank DKI telah memiliki 231 kantor layanan yang terdiri dari 33 kantor cabang konvensional, tiga cabang syariah, 61 cabang pembantu, 12 cabang pembantu syariah, 92 kantor kas, enam kantor kas syariah, dan 24 gerai usaha mikro. “Kami mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang membantu, utamanya nasabah dalam mengembangkan bisnis kami. Saya berharap Bank DKI akan dapat terus meningkatkan peranan dalam membangun perekonomian dan melayani masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu ditanya media soal penurunan suku bunga kredit menjadi 1 digit seperti yang diminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dia mengatakan tahun ini Bank DKI akan me-launch kredit untuk UKM dan koperasi yang bunganya 1 digit.

“Kami memperoleh dana Rp300 miliar dari Pemprov DKI dari dana yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). Itu nanti yang akan kami salurkan ke UKM dan koperasi dengan bunga rendah, 1 digit, seperti yang diinginkan OJK,” kata Kresno.

Dia mengharapkan Pemprov DKI mau mengucurkan dana lebih besar lagi. “Harapan kami sekitar Rp1 triliun, tapi dengan kucuran dana Rp300 miliar itu, kami sudah berterima kasih dan bisa menyalurkannya ke pengusaha kecil dan koperasi,” tandasnya.

Mengenai dana pihak ketiga, dia mengatakan tahun ini akan digenjot hingga naik 14%. “Untuk DPK tahun ini kami optimistis naik 14% dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Sebagai informasi Rasio CAR Bank DKI per 31 Desember 2015 berada pada level 24,53%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,96%. Peningkatan rasio CAR tersebut disebabkan karena adanya tambahan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp1 triliun di akhir 2015. Selain itu, pada tahun 2015 Bank DKI melakukan revaluasi aset tetap dengan memanfaatkan momentum paket kebijakan ekonomi jilid 5 yang diterbitkan Pemerintah di bulan Oktober 2015. Pelaksanaan revaluasi aset tetap tersebut memberikan nilai surplus sebesar Rp1,1 triliun. Kedua hal tersebut mendorong Bank DKI naik kelas ke BUKU 3 dengan modal inti diatas Rp5 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2015 audited, per 31 Desember 2015 total aset Bank DKI tercatat sebesar Rp38,64 triliun dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp28,19 triliun dan penyaluran kredit sebesar Rp25,69 triliun. Perolehan laba bersih Bank DKI tahun 2015 tercatat sebesar Rp231,80 miliar. Dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp468,16 miliar, laba Bank DKI tercatat mengalami penurunan. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh tingginya pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang mencapai Rp734,60 miliar, sebagai imbas dari peningkatan rasio Non Performing Loan (NPL) selama tahun 2015.

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 14,08% dibandingkan dengan tahun 2014. Artinya secara kinerja, Bank DKI masih menunjukkan pertumbuhan yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan nasional. (DHP)

 

 

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me