Bekasi yang Terus Menggeliat & Melaju Tak Gentar Isu

Big Banner

Bekasi, atau juga disebut daerah penyangga, atau daerah satelit dan sebagainya terus menggeliat sejalan dengan semakin bertambahnya infrastruktur di sana. Sejumlah peroyek perumahan, apartemen pusat belanja terus berpacu memenuhi sejumlah lokasi strategis di Bekasi

Majalah Properti Indopnesia (MPI) dalam laporan khusus edisi April menurunkan liputan tentang Bekasi yang terus melaju tak gentar isyu. Disebutkan Tahun 2015, Kota Bekasi menjadi bahan olok-olok di dunia maya. Namun ternyata, pamornya tidak turun karena memiliki fasilitas lengkap dan potensi investasi yang tinggi. Bahkan bisa dibilang kota dengan pertumbuhan tertinggi untuk daerah penyangga Ibukota Jakarta.

AWAL tahun lalu, publik dunia maya ramai membicarakan kota bekasi. Beragam gambar lucu (meme) berseliweran di ranah jejaring sosial membicarakan Bekasi. Bahkan ada yang menyebut Kota Bekasi tidak berada di Planet Bumi. Namun, segala macam olokolok tersebut tidak membuat kemilaunya sirna, justru semakin gemilang.

Tidak bisa dipungkiri, kota ini memiliki banyak lapangan kerja, sektor hunian, pusat perbelanjaan, sarana pendidikan, sarana kesehatan, dan fasilitas lainnya. Tidak hanya itu, akses yang dimiliki Bekasi pun sangat mudah dengan adanya tol Jakarta-Cikampek.

Pengamat properti, Panangian Simanungkalit mengatakan, potensi properti di Bekasi masih prospektif. Daya beli masyarakat di Bekasi juga relatif masih cukup baik. “Kebutuhan hunian vertikal akan terus bertumbuh seiring kian berkurangnya lahan. Potensi Bekasi cukup prospektif apalagi ditunjang pembangunan infrastruktur,” kata Panangian.

Hasil riset yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW) juga memperlihatkan bahwa properti bekasi sangat prospektif. Prediksi yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch untuk wilayah Bekasi, kenaikan tingkat penjualan di wilayah ini cukup signifikan, yaitu mencapai 72,01 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Bandingkan dengan wilayah Bogor yang hanya tumbuh 15,44 persen, sementara  Tangerang malah mengalami penurunan 8,52 persen. “Segmen menengah menguat dengan komposisi penjualan terbesar di kisaran harga Rp.500 juta hingga Rp.1 miliar sebesar 48,9 persen, diikuti oleh segmen menengah-bawah sebesar 26,8 persen.

Bahkan di segmen menengah-atas, meskipu  mempunyai komposisi hanya 24,4 persen, namun terjadi pertumbuhan 21 persen dibandingkan kuartal sebelumnya,” urai Ali Tranghanda, CEO IPW. Meskipun diakui pertumbuhan ini belum dapat dipastikan sebagai pola yang berlanjut, imbuh Ali. Namun paling tidak merupakan sinyal positif untuk pasar perumahan, dibandingkan dengan tren menurun yang terjadi di dua kuartal sebelumnya.

“Hasil survei yang kami lakukan dianggap dapat mewakili paling tidak 75 persen dari pasar perumahan di wilayah ini. Meskipun demikian, secara tahunan angka penjualanini masih lebih rendah 10,87 persen dibandingkan kuartal yang sama tahunsebelumnya,” kata Ali.

Untuk daerah yang paling banyak dicari di Bekasi, meliputi Medan Satria, Babelan,  Bekasi Utara, Jatiasih, Bekasi Selatan, Tarumajaya, Jatisampurna, Bekasi Barat, dan beberapa daerah lainnya. Sementara harga properti yang paling banyak dicari di Bekasi memiliki rentang antara Rp.402,58 juta sampai dengan Rp.793,16 juta.

Harga permintaan memang tidak terlalu tinggi mengingat properti yang banyak dicari di wilayah Bekasi adalah subsektor rumah. Pencarian properti di wilayah Bekasi ternyata didominasi oleh pencari properti yang berasal dari Jakarta. Selanjutnya, banyak juga pencari properti yang berasal dari wilayah lain yang ada di Indonesia, yaitu Medan, Bekasi, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bogor, Pekanbaru, dan beberapa wilayah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Bekasi tergolong diminati oleh para pencari properti Indonesia. (Selengkapnya dapat dibaca di MPI  edisi April 2016 , atau versi digital dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia. (Riz)

mpi-update.com