Pengembang Diminta Jangan Terbuai Mimpi Booming Properti Lagi

Big Banner

Bisnis.com, DENPASAR – Pengembang properti di Bali disarankan tidak terbuai mimpi booming bisnis properti akan kembali terjadi seperti pernah dialami daerah ini pada tiga tahun lalu.

‎Mantan Ketua DPD REI Bali Putu Agus‎ Suradnyana menilai banyak faktor yang akan menahan laju properti di daerah ini, ke depannya tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“‎Bali kalau saya lihat, jujur bicara 3 tahun lalu luar biasa. Saya pikir apa penyebabnya, ternyata pemicunya adalah aliran dana dari luar ke Bali cukup kencang, saya tidak boleh mengatakan itu money laundering,” ujarnya di Rakerda REI Bali, Senin (11/4/2016).

Bupati Buleleng ini menuturkan tiga tahun lalu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum maksimal seperti sekarang. Adapun saat ini, transaksi dalam nilai besar saja dipantau dengan ketat sehingga tidak bisa sembarangan investor membeli properti di daerah.

Selain itu, properti tidak bisa dilepaskan dengan dengan investasi. Sementara, untuk memfasilitasi investasi di Bali, pemerintah belum berani mewujudkan pembangunan yang akan dapat mendorong investor masuk.

Pria yang pernah membangun kawasan permukiman di Denpasar ini mencontohkan aksesibilitas di daerah ini masih minim dan belum merata. Pengubung antara daerah selatan dan utara, timur serta barat belum dapat dijangkau dengan jarak tempuh kurang dari 2 jam.

Di sisi lain, pemerintah pusat mengenjot jumlah kedatangan wisatawan mancanegara, tanpa upaya melakukan perbaikan dan pembangunan destinasi baru. Adapun pariwisata merupakan motor penggerak perekonomian Bali selain pertanian.

Kondisi ini akan membuat wisatawan yang berkunjung lebih pendek menghabiskan waktu di sini, daripada menuju wisata lain di utara dan timur. ‎”‎Padahal kalau mau ya harus buat grand design.‎ Jangan berharap booming seperti dulu, dan sekarang PNS tidak bisa lagi main-main,” ungkapnya.

Agus menyarankan pengembang properti di REI Bali memperhatikan kondisi seperti ini. Kalau mau properti di daerah ini tetap eksis, dia menyarankan pengembang mulai melakukan pengamatan secara detil, dan berhitung dengan data sebelum mengambil langkah.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me