Industri Wisata di Asia Pasifik Dorong Pertumbuhan Resort di RI

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA – Menurut lembaga riset Phocuswright, industri perjalanan pariwisata di kawasan Asia Pasifik tumbuh sebanyak 4% karena banyak masyarakat kalangan ekonomi menengah melakukan perjalanan wisata saat musim liburan. Hal ini diyakini turut mendorong pertumbuhan resort di Indonesia.

Presiden Direktur Bintan Lagoon Resort (BLR) Moe Ibrahim mengatakan resort merupakan salah satu produk yang dapat memberikan kontribusi untuk memenuhi fasilitas dan pelayanan para wisatawan. BLR yang berdiri sejak 1996 merupakan salah satu resort di Kawasan Wisata Lagoi di Bintan Utara yang memiliki fasilitas paling lengkap dan terintegrasi.

“Untuk memaksimalkan pelayanan pada pengunjung yang terus bertumbuh sepanjang 2015 lalu, BLR telah melakukan banyak pengembangan positif dari berbagai aspek, sehingga menuai banyak prestasi pada industri resort di Indonesia,” katanya dalam siaran pers, Senin (11/4/2016).

Menurut data pengunjung tamu BLR, para wisatawan kebanyakan berasal dari Singapura, China, Korea, Indonesia dan India. Lebih dari 85% tamu adalah Free Independent Traveler (FIT) dan 15% tamu dari grup perusahaan dengan jumlah total angka 137.825 pada 2015.

“Saat ini kami ingin lebih mendekatkan diri kepada pasar Indonesia untuk memperkenalkan berbagai fasilitas yang ada di BLR yang mendukung kegiatan bersama keluarga, pasangan ataupun pertemuan perusahaan. Destinasi ini sangat cocok untuk bersantai karena lokasinya yang jauh dari kemacetan dan kebisingan kota,” ujar Moe Ibrahim.

Kepulauan Riau, kata Moe Ibrahim, merupakan salah satu wilayah Indonesia yang belum terekspos secara maksimal potensi wisatanya. Bahkan menurut Menteri Pariwisata RI, seperti pulau wisata lain yakni Bali dan Lombok, Kepulauan Riau memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus karena memenuhi semua kriteria 3A untuk sebuah destinasi wisata yaituAttractivenesAmmenities, dan Access.

Bintan yang kerap disebut surga tropis di Kepulauan Riau mencatat adanya peningkatan pengunjung sebesar 15,75% dari 2014. Pulau Bintan memiliki potensi wisata alam yang didukung oleh sejarah dan kebudayaan Indonesia.

Saat ini Bintan juga sedang merampungkan lapangan udara internasional yang akan diresmikan tahun 2017 sehingga akan semakin menambah kenyamanan perjalanan wisatawan menuju Bintan.

BLR saat ini telah memiliki 470 kamar, suites, dan villa yang ada. Selain itu, terdapat juga bermacam-macam fasilitas rekreasi seperti pantai privat BLR sepanjang 1,5 km, 50 macam olahraga air dan aktivitas darat seperti ATV, jet ski, banana boat, kayaking, snorkeling, dan lainnya

“BLR juga terdapat dua lapangan 18-hole yang masing-masing dirancang oleh pemain golf terkenal yakni Jack Nicklaus dan Ian Baker-Finch. Tak hanya itu ada fasilitas Baby Day Care, sehingga dapat menitipkan anak-anak dengan pengasuh,” katanya.

Moe Ibrahim mengatakan untuk memberikan pelayanan bagi para tamu yang membutuhkan ruang pertemuan, baik untuk acara perusahaan, pameran, konferensi, atau pun pernikahan, BLR memiliki Great Hall, sebuah ruang pertemuan premium terbesar di pulau Bintan yang telah dibuka sejak Februari 2013.

Great Hall dengan luas total 6,096 m2 memiliki tiga lantai dengan konsep yang berbeda di setiap lantainya yang memungkinkan pengguna untuk memilih sesuai dengan konsep acara yang mereka miliki.

“Kami berharap dengan adanya berbagai pengembangan fasilitas di BLR dan juga peningkatan pembangunan di pulau Bintan, kami tidak hanya sekedar menjadi destinasi rekreasi bagi para pengunjung, tetapi juga dapat turut memajukan industri pariwisata Indonesia di Bintan kedepannya,” pungkas Moe Ibrahim.

BLR yang memiliki luas lahan 330 ha itu pun berharap tingkat hunian resort atau okupansi bisa penuh meski saat low seasson yang umumnya okupansinya hanya 15%-20%. Adapun saat weekend atau high seasson okupansinya bisa mencapai 90%.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me