Wagub Bali: Pengembang Properti Jangan Tabrak Tata Ruang

Big Banner

Bisnis.com, DENPASAR – Pengembang properti di Bali diimbau tidak menabrak tata ruang wilayah untuk membangun perumahan yang dibutuhkan masyarakat.

Wagub Bali Ketut Sudikerta mengatakan alih fungsi lahan pertanian di Pulau Dewata sangat mengkhawatirkan karena mencapai 400 Ha per tahun. Salah satu penyebab alih fungsi tersebut adalah pembangunan perumahan yang dilakukan pengembang.

“‎Banyak kasus dari laporan masyarakat bahwa saat ini alih fungsi sangat banyak terjadi. Tidak bisa dilepaskan kebutuhan, tetapi lahan pertanian juga penting jangan sampai lahan hilang hanya karena tujuan sesaat dengan pelanggaran,” ujarnya saat membuka Rakerda REI Bali, Senin (11/4/2016).

‎Menurutnya, pengembang yang melabrak aturan tata ruang harus siap mendapatkan resiko hukum. Karena itu, lanjutnya, diharapkan dapat menghindari dampak pelanggaran.

Wagub mengajak pengembang‎ untuk menghindari alih fungsi lahan dengan mengembangkan lahan-lahan di kawasan yang sudah diatur dalam tata ruang. Kalau itu dilakukan maka usaha pengembang akan semakin maju. “Karena ini penting perlu saya tekankan, karena di Bali ada 400 Ha lahan basah beralih fungsi,” tegasnya.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me