Pemprov Bali Minta REI Dukung Keseimbangan Pembangunan

Big Banner

WE Online, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali meminta Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia setempat mendukung upaya untuk menyeimbangkan pembangunan dan investasi di Pulau Dewata.

“Saat ini di Bali selatan sudah sangat penuh, oleh karena itu kita perlu mengembangkan wilayah lain seperti Bali utara, barat dan timur agar seimbang. Jadi REI Bali yang merupakan pengembang properti agar mengarahkan investasi ke wilayah-wilayah selain Bali selatan,” kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat memberikan sambutan pada Rakerda DPD REI Bali, di Denpasar, Senin (11/4/2016).
 
Menurut dia, jika hal tersebut mampu dilakukan oleh REI Bali maka pemerintah siap untuk mendukung langkah tersebut. Namun, dia juga mengingatkan agar para pengembang properti tersebut tetap menaati aturan yang diberlakukan oleh pemerintah, jangan sampai ada yang melanggar dan menimbulkan masalah hukum.

“Investasi boleh, tetapi juga harus memperhatikan peraturan tata ruang, jangan dilabrak peraturan itu,” ucapnya.

Sudikerta berpandangan REI Bali juga memiliki peran penting dalam menata pembangunan infrastruktur khususnya di sektor perumahan sebagaimana filosofi Tri Hita Karana yang menjadi dasar dalam mewujudkan keharmonisan hidup masyarakat Bali.

“Untuk itu, koordinasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan REI akan mampu mewujudkan perumahan yang berkualitas dan berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Sudikerta juga mengharapkan dengan adanya Rakerda tersebut, REI Bali mampu untuk menunjang pencapaian target pemerintah khususnya di bidang perumahan secara profesional sesuai tugas pokok REI Bali, serta mampu berperan aktif dalam memberikan sumbangan pemikiran sehubungan dengan kebutuhan pembangunan perumahan di Bali.

Sementara itu, Ketua DPD REI Bali, I Gusti Made Aryawan mengatakan rakerda kali ini mengambil tema “REI Bali Bersama Pemerintah Daerah Mendukung Program Sejuta Rumah untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah,” katanya.

Menurut dia, saat ini lahan perumahan di Bali sudah semakin sedikit dan harga lahan yang juga mahal sehingga menyebabkan lesunya investasi bidang properti.

“Oleh karena itu diperlukan sebuah solusi untuk menangani masalah tersebut demi terpenuhinya kebutuhan perumahan bagi masyarakat Bali,” ucapnya.

Aryawan menambahkan saat ini terdaftar 80 pengembang yang tergabung dalam DPD REI Bali padahal tahun lalu masih sekitar 200-an pengembang yang aktif, dan mayoritas adalah pengembang yang bermain di level menengah ke bawah. (Ant)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Tag: Real Estate Indonesia (REI), Properti, Bali

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me