Urus 21 Izin Perumahan Butuh Waktu 90 Hari Kerja

Big Banner

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan menuturkan, penyelesaian izin pembangunan rumah selama ini membutuhkan waktu sekira 753 sampai 916 hari, dengan biaya hingga Rp3,5 miliar. Dengan penyederhanaan, maka waktu yang dibutuhkan hanya sekira 90 hari kerja.

“Kira-kira menjadi 90 hari dengan izin atau syarat sebanyak 21 izin,” kata Ferry saat ditemui usai rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (12/4/2016).

Pemerintah akan memangkas perizinan dan persyaratan membangun perumahan menjadi 21 izin dari yang sebelumnya sebanyak 33 izin atau syarat. Banyaknya peraturan yang tumpang tindih dalam perizinan pembangunan perumahan sebenarnya tidak diperlukan terutama untuk pembangunan rumah MBR. (Baca juga: Perizinan Pembangunan Rumah Dipangkas Jadi 21 Syarat)

Sebagai informasi, pemerintah tengah fokus dengan pembangunan proyek sejuta rumah. Namun dalam perjalanannya menemui banyak kendala, salah satunya terkait regulasi.

Selain itu, tantangan lainnya dalam mengimplementasikan program 1 juta rumah baik dari sisi ketersediaan (supply) maupun sisi permintaan (demand).

Dari sisi supply, kendala yang harus dihadapi adalah ketersediaan kredit untuk sektor properti, terutama para pengembang kecil, perizinan dan persyaratan pembangunan perumahan yang berbelit, panjang dan mahal, serta kendala. (Baca juga: Data Jumlah Perumahan, Fasilitator Segera Diterjunkan ke 34 Provinsi)

Sementara pada sisi demand, terdapat hambatan seperti ketersediaan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan bunga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, hingga rendahnya akses masyarakat terhadap produk perbankan, salah satunya terkait dengan isu bankability.

property.okezone.com