Mata Air Berkualitas, SPAM Bregas Hanya Butuh 1 Kg Tawas

Big Banner

BREBES, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) membuat Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Regional Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal Kota Tegal dan Kota Slawi (Bregas).

SPAM Bregas memanfaatkan empat sumber mata air, yakni mata air Banyumudal dengan 100 liter per detik, mata air Serang berkapasitas 150 liter per detik, mata air Suniarsih berkapasitas 150 liter per detik, dan mata air Tuk Suci yang memiliki kapasitas sebesar 250 liter per detik.

“Sistem SPAM Regional Bregas ini total kapasitasnya 2.500 meter kubik. Jadi ada pengelolaannya, ini dari mata air yang kualitasnya sangat bagus, 1 bulan hanya butuhkan 100 kilogram tawas, tawas itu untuk mematikann bakteri E Coli,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/4/2016).

Pembangunan SPAM Bregas sepenuhnya dilakukan pemerintah pusat namun akan dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk dikelola.

“Dikelola oleh pemerintah provinsi dan dijual ke masing-masing kota/kabupaten tadi dengan harga Rp 800 per meter kubik,” tambah Basuki.

Nilai konstruksinya mencapai Rp 251 miliar dan mampu melayani 52.000 Sambungan Rumah (SR) atau setara dengan 252.000 jiwa.

SPAM Bregas juga merupakan salah satu upaya pemerintah memenuhi Target Pembangunan Milenium atau Millenium Development Golas (MDG’s) tahun 2015.

Pelaksanaan pembangunannya dibagi menjadi tiga tahap, yakni tahap 1 meliputi Banyumudal-Serang-Yamansari dengan kapasitas debit 250 liter per detik yang selesai pada 2 November 2012.

Kemudian tahap kedua juga dengan kapasitas 250 liter per detik selesai pada 6 Oktober 2014, tahap ketiga dengan kapasitas 150 liter per detik yang dilaksanakan selama periode 2014-2016.

Adanya SPAM Bregas membuat suplai air minum di Kabupaten Brebes bertambah sekitar 200 liter per detik dan menambah layangan sebesar kurang lebih 16.000 SR.

Di Kabupaten Tegal, SPAM Bregas memasok air minum 250 liter per detik dengan layanan 20.000 SR. Kota Tegal juga bertambah kapasitas air minumnya menjadi total 200 liter per detik dengan tambahan layanan 16.000 SR.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Mudjiadi mengatakan tidak setiap kota atau kabupaten memiliki sumber air baku.

Oleh sebab itu pengelolaan sumber air baku dilaksanakan secara regional dan didistribusikan sehingga pembagiannya dapat memenuhi kebutuhan di kota atau kabupaten tertentu.

“Di sini airnya bersumber dari 4 mata air, kalau setiap kabupaten ambil sendiri, pengaturannya pasti tidak efisien, keberlanjutannya juga bisa terganggu. Selain itu konstruksinya pasti mahal karena masing-masing kota atau kabupaten bikin sendiri sistemnya,” tutur Mudjiadi.

Saat ini, ada sekitar 14 SPAM Regional di seluruh Indonesia yang tengah dikembangkan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me