Ahok Tegaskan Bahwa Lahan Sumber Waras Dibeli Sesuai NJOP

Big Banner

Pembelian lahan yang dimiliki Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemeritah DKI Jakarta dinilai tak wajar dan menuai banyak kontroversi. Pihak DPRD DKI meminta agar pembelian itu dibatalkan, sementara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pihak Rumah Sakit mengatakan bahwa pembelian tersebut wajar dengan proses terang-terangan.

Menurut pemaparan sang Gubernur, pembelian lahan tersebut sesuai dengan NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). Jadi secara perhitungan, wajar bila harganya lebih murah dari harga yang ditawarkan oleh PT Ciputra.

“Kami bandingkan, Ciputra menawarkan dengan harga beli pasar, kalau kami kan pakai NJOP. Kalau bandingkan antara harga yang saya beli dengan harga pasar, tentu harga saya lebih murah,” ucap Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta seperti informasi yang diterima Rumahku.com.

BACA JUGA : SELAIN HARGA, PERHATIKAN INI JIKA INGIN MEMBELI APARTEMEN

Harga NJOP pun ditegaskan Ahok tidak ditentukan oleh Pemprov DKI, namun berdasarkan atas ketentuan dari Kementerian Keuangan.

“Sudah begitu, hal ini juga dinilai merugikan karena nggak pakai NJOP di belakang. Eh, yang nentuin NJOP bukan kami yang netapkan. Yang menetapkan zona merah wilayah juga bukan kami, tapi dari Ditjen di Kemenkeu, dan itu ada hitungannya,” lanjutnya.

Sempat dipanggil oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi pada Selasa (12/04) malam, Ahok pun melanjutkan bahwa pihaknya sangat mendukung kinerja KPK untuk mengusut kasus pembelian RS Sumber Waras agar lebih jelas.

Pemprov DKI sendiri rencananya akan membangun RS khusus kanker pada lahan seluas 3,7 hektare tersebut. Pembelian pun dilakukan senilai Rp 800 miliar pada APBD perubahan 2014.

rumahku.com