Apartemen di Cempaka Putih Ini Dibandrol Rp25,5 Juta/M2

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Gamaland Property (Wilmar Group) berancang-ancang meluncurkan proyek apartemen di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Proyek yang diberi nama Arandra Residence itu hasil  akuisisi dari Bahama Group senilai Rp600 miliar. Proyek ini sebelumnya bernama Sentosa Residence.

Arandra Residence Cempaka Putih

Arandra Residence Cempaka Putih

Arandra Residence dibangun di atas lahan 2,7 ha mencakup 5 tower apartemen setinggi 23 lantai. Jumlah huniannya sebanyak  1.000 unit. Tower pertama, Prosperity, terdiri tipe 1 kamar (36 m2), 2 kamar (72 m2), dan 3 kamar (84 m2) seharga Rp25,5 juta per meter persegi. Pemasarannya sudah dimulai sejak akhir tahun lalu dengan membuka nomor urut pemesanan (NUP).  Tipe 1 kamar dibandrol Rp918 juta.

“Saat ini NUP-nya sudah 86 unit dan harga sudah naik dua kali, empat unit lagi harga naik ketiga kalinya. Sampai nanti kita launching bulan Mei 2016 tetap akan diberlakukan kenaikan per 30 unit untuk 320 unit di tower pertama,” ujar Albert, staf pemasaran Arandra Residence, kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (12/4).

Albert mengatakan kenaikan harga tersebut sudah tersistem. Setiap 30 unit harga naik Rp250 ribu per meter persegi. Pengembang menawarkan pembayaran fleksibel. Untuk tipe 1 kamar tahun pertama cukup membayar 10 persen dicicil satu tahun, sekitar Rp9 juta/bulan. Tahun kedua dicicil 20 persen sebesar Rp18 juta per bulan. Sisanya 70 persen dapat dicicil lagi ke pengembang maksimal tiga tahun. Opsi lainnya sisa pembayaran 70 persen dibiayai dengan kredit bank (KPA) karena asumsinya pada tahun ketiga apartemennya sudah selesai dibangun. Seperti diketahui Bank Indonesia (BI) melarang bank membiayai proyek inden atau belum jadi.

Arandra Residence menyiapkan  lot parkir memadahi dengan rasionya 1:1 sebanyak 1.000 lot. Selain itu disediakan semi private lift (1 lift untuk 4 unit) dan shopping arcade seluas 7.400 meter persegi. Investasi proyek ini sebesar Rp2,5 triliun dengan target pendapatan Rp3,5 triliun.  “Groundbreaking tower pertama akan dilaksanakan September 2016. Pembangunannya sekitar tiga tahun. Targetnya setiap tahun membuka satu tower sehingga proyek ini dapat selesai lima tahun,” imbuhnya.

housing-estate.com