Di Jabodetabek, Rumah Favorit di Harga Rp750 Juta-Rp1,6 Miliar

Big Banner

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) ke level 6,75 persen. Hal tersebut, membuat beberapa bank turut menurunkan suku bunga kredit penjualan perumahan (KPR).

Direktur Riset Cushman & Wakefield Arief Rahardjo mengatakan, penurunan tersebut dinilai bakal menggairahkan peningkatan penjualan perumahan di masa mendatang. Menurutnya, kebanyakan penjualan perumahan yang difavoritkan di Jabodetabek adalah yang memiliki kisaran harga antara Rp750 juta sampai Rp1,6 miliar. (Baca juga: Masyarakat Berpenghasilan Rendah Bakal Bebas PBB)

“Segmen perumahan tersebut adalah yang paling membutuhkan penurunan suku bunga,” jelasnya dalam paparan di Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Dirinya dinilai, segmen tersebut bakal memberikan semakin banyak pilihan bagi pembeli untuk dapat membeli rumah yang terjangkau.

Sebelumnya, Indonesia Property Watch (IPW) menyatakan penurunan BI rate atau suku bunga acuan belum berdampak luas pada sektor properti karena masih belum banyak bank yang menurunkan suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR).

Dia menginginkan agar Bank Indonesia dapat menjadi pendorong stimulus dalam menggerakkan pasar perumahan, antara lain dengan adanya relaksasi kebijakan seperti penetapan aturan loan to value (LTV) yang lebih progresif. (Baca juga: Penyederhanaan Izin Berdampak ke Pembangunan Rumah Murah)

Dia mencontohkan, untuk segmen bawah, aturan LTV dapat dilonggarkan hingga 100 persen sehingga uang muka juga menjadi 10 persen, sedangkan untuk segmen menengah menjadi 90 persen sehingga uang muka 10 persen.

Untuk segmen atas, lanjut dia, diperbolehkan untuk diperketat karena pada dasarnya diperkirakan terjadi aksi spekulasi besar-besaran yang ada di segmen tersebut.

property.okezone.com