Kawasan Luar Batang Harusnya Dibangun Rusun untuk Nelayan

Big Banner

JAKARTA – Pengamat Perkotaan Yayat Supriatna menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya membangun sebuah kawasan hunian setara rumah susun bagi para nelayan yang permukimannya ditertibkan belum lama ini.

Dengan begitu, maka kawasan Pasar Ikan dan Luar Batang yang rencananya bakal dijadikan lokasi wisata bahari dan taman, dapat hidup lantaran tidak ditinggal oleh komunitas aslinya, yakni para nelayan. (Baca juga: Penertiban Luar Batang dan Pasar Ikan Sarat Kepentingan Investor)

“Kenapa enggak dibangun saja apartemen atau rumah susun untuk nelayan di sana, karena membangun kawasan wisata berarti juga membangun kehidupan,” kata Yayat saat dihubungi Okezone, Kamis (14/4/2016).

Yayat melanjutkan, dengan dipindahkannya permukiman nelayan dari kawasan tersebut, itu hanya akan mematikan kehidupan yang sebelumnya sudah terbangun.

“Jadi sebenarnya itu taman atau tempat wisata itu untuk siapa? masyarakat di situ atau masyarakat kelas atas para penghuni apartemen mewah di lokasi itu nantinya,” tambahnya.

Untuk diketahui, baru-baru ini beredar sebuah gambar masterplan dari proyek dua pengembang yakni Agung Podomoro dan Binakarya Propertindo Group di kawasan yang ditertibkan Pemprov DKI Jakarta pada Senin 11 April 2016 lalu, yaitu Pasar Ikan dan Luar Batang. (Baca juga: Agung Podomoro Garap Apartemen di Kawasan Luar Batang?)

“Nelayan itu hidup di tepi pantai dekat laut, jadi kalau mereka harus tinggal di daratan artinya tidak membangun kehidupan di lokasi wisata, belajarlah dari Surabaya,” pungkas Yayat.

property.okezone.com