Reklamasi Juga untuk Perbaiki Kerusakan lingkungan

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi November 2014 pernah menurunkan Laporan Khusus tentang Reklamasi pantai utara (Pantura) di antaranya mengutip pernyataan Kabag Penataan Ruang & LH Pemprov DKI Benni Agus Canda bahwa secara teori, reklamasi lahan juga digunakan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan.

Ia mencontohkan, jika sebuah pantai mengalami erosi yang sangat parah, beach nourishment (mengambil pasir di tempat lain dan diurukkan di wilayah pantai yang tererosi itu) bisa gunakan untuk memperbaiki pantai ke keadaannya semula, sebuah metode yang dirancang untuk melestarikan lingkungan alami yang telah ada sebelumnya.  Reklamasi lahan juga digunakan di wilayah-wilayah yang mengalami penggurunan dengan tujuan mengubah lahan kering itu menjadi tanah pertanian.

Sementara dari aspek perekonomian, reklamasi mengatasi kebutuhan lahan akan permukiman. “Semakin mahalnya daratan dan menipisnya daya dukung lingkungan di darat menjadikan reklamasi sebagai pilihan bagi negara maju atau kota metropolitan dalam memperluas lahannya guna memenuhi kebutuhan akan permukiman,” kata Hesti D Nawangsidi, pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hesti menambahkan fungsi lain reklamasi adalah mengurangi kepadatan yang menumpuk di kota dan menciptakan wilayah yang bebas dari penggusuran karena berada di wilayah yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Oleh karena itu, kata Hesti, reklamasi di DKI Jakarta merupakan hal yang penting untuk dilakukan. “Proses reklamasi bisa berjalan dengan baik. Pasalnya, perencanaan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sudah komprehensif. Bukan hanya di perencanaannya saja, tapi juga ketika rencana itu diimplementasikan,” kata Hesti.

Reklamasi, tambah Hesti, ada perizinan, pengawasan, dan itu baru ada di DKI Jakarta. “Saya ikut mengawasi dan me-review. Saya terlibat di situ. Nanti diberikan izin ini, dia harus melakukan ini. Belum semuanya selesai, memang, tapi menurut saya ini bagus.  Karena, biasanya kita selesai di perencanaan, pelaksanaannya terserah. Tapi, di DKI tidak seperti itu, sudah komprehensif,” ujar Hesti.

Dalam konteks pengembangan wilayah, reklamasi kawasan pantai ini diharapkan dapat meningkatkan daya tampung dan daya dukungan lingkungan (environmental carrying capacity) secara keseluruhan bagi kawasan tersebut. “Sesuai undang-undang, reklamasi  dilakukan dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurukan, pengeringan lahan, atau drainase,” kata Hesti.

Hal ini umumnya terjadi karena semakin tingginya tingkat populasi manusia, khususnya di kawasan pesisir, sehingga perlu dicari solusinya. “Tujuan reklamasi adalah untuk memperbaiki daerah atau areal yang tidak terpakai atau tidak berguna menjadi daerah yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia, antara lain untuk lahan pertanian, perumahan, tempat rekreasi dan industri,” papar Hesti (YS).

Majalah Properti Indonesia versi digital juga dapat diakses melalui: http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me