Siapakah Ariesman Widjaja, CEO PT APL Tersangka Suap di KPK?

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Edisi Desember 2015, Majalah Properti Indonesia (MPI) pernah menurunkan liputan tentang CEO-CEO cemerlang pilihan MPI. Di antaranya adalah CEO Agung Podomoro Land (APLN) yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Namun siapa sebenarnya Ariesman? Ia menjabat Presiden Direktur APLN menggantikan Trihatma K Haliman awal 2015 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan 2014.  Ia tercatat meniti kariernya dari bawah melalui sejumlah perusahaan di bawah bendera Agung Podomoro milik Trihatma K Haliman.

“Sebenarnya saya tidak mau diekspose. Saya lebih suka di belakang layar,” sahut Ariesman dalam acara Investor Summit 2015 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Akhir tahun lalu saat MPI memintanya berpose untuk pemotretan, usai melakukan paparan terkait kinerja perseroan.  Namun, “untunglah” penggemar olahraga jogging ini akhirnya bersedia untuk beberapa kali jepretan.

Di mata Komisaris Utama PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Cosmas Batubara, penyusunan Dewan Direksi yang baru ini diambil dari mereka-mereka yang sudah sekian lama berada di dalam perusahaan dan telah teruji baik dalam kemampuannya memimpin maupun integritasnya.

Karena itu dirinya berharap, dengan susunan direksi yang baru tersebut, perusahaan akan dapat meneruskan langkah-langkah yang telah diprogramkan oleh perusahaan. Lulusan Teknik Arsitektur dari Universitas Tarumanegara ini telah bergabung dengan PT Agung Podomoro Land Tbk. sejak 1993.

Posisi eksekutif yang pernah disandingnya adalah Direktur Perseroan (2005-2010) dan Wakil Direktur Utama I Perseroan pada 2010, hingga akhirnya menjabat CEO pada 2015. “Ya, mau tidak mau, sejak menjadi CEO saya sedikit lebih sibuk,” ujarnya singkat, dengan ramah.

Ariesman menyebutkan, saat ini perusahaan mengedepankan tiga strategi bisnis dalam menjalankan usahanya, antara lain, pengembangan proyek yang lebih luas, meningkatkan pendapatan berulang serta melakukan ekspansi. Sepanjang 2015, misalnya, beberapa aksi korporasi telah dilakukan perseroan untuk menggenjot pendapatan, diantaranya penarikan obligasi berkelanjutan APLN tahap 4 senilai Rp99 miliar serta peluncuran beberapa proyek baru, seperti Podomoro Industrial Park I, Grand Madison, Jakarta serta Podomoro Golf View di Cimanggis.

Sampai dengan kuartal III 2015, APLN berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sekitar Rp3,9 triliun atau naik 11,7 persen dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp3,5 triliun. Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar Rp559 miliar atau naik 4,5 persen dibanding periode lalu.

Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan pengakuan penjualan dari pengembang properti, yang tumbuh 10,6 persen, menjadi Rp2,761 triliun. Termasuk peningkatan pendapatan dari pendapatan berulang yang tumbuh 14,4 persen atau sebesar Rp1,158 triliun. Pertumbuhan pendapatan berulang perseroan utamanya disebabkan peningkatan kinerja dari mal-mal APLN, terutama Central Park dan Baywalk, hotel-hotel APLN, yaitu Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort dan Hotel Pullman Jakarta Central Park.

Ariesman mengatakan, kontribusi terbesar dari penjualan proyek pengembangan perseroan tersebut berasal dari proyek Harco  Glodok dan Parahyangan Resi dence di Bandung. Sementara kontribusi terbesar untuk pendapatan berulang berasal dari Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort dan Central Park Mall.

Perseroan sendiri saat ini tercatat, memiliki 46 entitas anak dan 2 perusahaan asosiasi di sektor properti di Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan, Batam, Medan dan Makassar.

Salah satu model bisnis yang dijalankan oleh APLN adalah dengan menggunakan konsep bisnis “Fast Churn”. Model ini memungkinkan perusahaan tidak memiliki lahan yang cukup besar, melainkan mengakuisisi perusahaan dengan tanah atau membeli lahan yang dapat langsung dikembangkan menjadi sebuah proyek dalam jangka waktu 3-5 tahun. HS.

Majalah Properti Indonesia versi digital juga dapat diakses melalui: http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com