Penurunan BI Rate Tak Mempan Angkat Daya Beli Rumah

Big Banner

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) ke level 6,75 persen. Kenaikan tersebut merupakan kenaikan ketiga dalam setahun.

Namun, penurunan BI Rate tersebut belum dapat memberikan dampak kepada industri properti khususnya penjualan perumahan. Terpatahkannya tren kenaikan penjualan di triwulan sebelumnya menggambarkan bahwa pasar perumahan masih belum dapat bergerak stabil. (Baca juga: Penjualan Rumah Turun 54,09%, Segmen Menengah Tetap Unggul)

“BI Rate yang berada di level 6,75 persen belum dapat mengangkat daya beli masyarakat, menyusul suku bunga KPR perbankan yang belum juga kunjung turun,” kata CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dalam laman resmi, Jumat (15/4/2016).

Menurutnya, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) masih belum juga menunjukkan penurunan yang berarti dan bunga KPR sampai triwulan I/2016 masih berkisar 9,5 – 10,5 persen. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh IPW bahwa setiap penurunan 1 persen suku bunga, akan memberikan potensi penambahan pangsa pasar KPR 4 sampai 5 persen. (Baca juga: Kuartal Pertama, Penjualan Kondominium Masih Lesu)

“Dengan belum turunnya suku bunga KPR, maka dipastikan pasar akan bergerak stagnan dan cenderung menurun,” ujar Ali.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me