DILD, Perusahaan Pelopor Membangun Lewat Reklamasi

Big Banner

PT Intiland Development Tbk. (DILD) adalah perusahaan pengembang papan atas pelopor pengembangan water front city melalui sejumlah proyek hunian hingga high rise bulding. Bersama sejumlah pengembang lain  DILD  ambil bagian dalam pengembangan 17 pulau reklamasi.

Majalah Properti Indonesia (MPI) beberapa waktu yang lalu  secara lengkap menurunkan liputan tentang pengembangan pantai utara melalui reklamasi. Di sebutkan DILD memulai kiprahnya  mereklamasi pantura Jakarta melalui pengembangan kawasan Pantai Mutiara seluas 100  hektar sejak 1989 saat itu belum ada pengembang lain lain yang melakukan hal yang sama.

Selanjutnya masih di kawasan Pantai Mutiara, Intiland telah juga membangun kondominium dengan nama Regatta. Terdiri dari 10 tower apartemen dan satu hotel. Saat ini telah dibangun empat tower apartemen dan pembangunan tahap II yang terdiri dari tiga tower.

Dalam proyek 17 pulau reklamasi Pantura DKI Jakarta DILD juga berencana mengembangkan proyek residential di atas lahan 63 hektar yang juga dilengkapi fasilitas ritel, ruang perkantoran, dan hotel. Proyek ini merupakan bagian pengembangan wilayah Pantai Utara Jakarta.

“Pengerjaan sebenarnya tidak terlalu susah, yang susah itu masalah non teknis,” ujar Suhendro Prabowo, Wakil Presiden Direktur PT Intiland Development Tbk. Untuk investasi awal, Intiland menganggarkan dana sekitar Rp7,5 triliun untuk tahap pengurukan.

Sementara untuk keseluruhan total biaya diperkirakan mencapai Rp17 triliun. Diperkiraan, tahap pengurukan ini memerlukan waktu tiga tahun. Dari total luas  reklamasi pulau seluas 5.100 hektar, “Kalau 63 hektar, kira-kira sekitar 30 hektar yang terpakai untuk pengembangan. Kami dikasih tema

“Selamat Datang” oleh Pemprov DKI Jakarta.

Rencananya, mereka akan mengembangkan proyek residensial, yang juga dilengkapi dengan fasilitas ritel, ruang perkantoran, dan hotel,” papar Suhendro.

Para pengembang akan membangun 17 pulau buatan yang saling terhubung dengan daratan. Saat ini, ke-17 pulau tersebut diberi nama sesuai urutan abjad. Pulau yang dibangun oleh Intiland merupakan pulau yang mendapat sebutan pulau H. Pulau-pulau tersebut berjarak 300 meter dari daratan.

Proses pengurukan ke-17 pulau yang ditargetkan selesai pada tahun 2030 itu menggunakan pasir yang diambil dari laut di wilayah yang telah ditentukan.

“Kami memandang daerah pantai adalah wajah sebuah kota dan negara, karena itu harus dikembangkan dengan baik. Karena itulah kami mengembangkan Pantai Mutiara,” ucap Suhendro. Menurut dia, lokasi Pantai Mutiara menjadi salah satu area yang dilewati jalur penerbangan pesawat yang akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

Oleh karena itu, area Pantai Mutiara dinilai sebagai wajah kota Jakarta yang menyambut kedatangan “tamu udara” dari luar kota dan luar negeri.

Proyek pengembangan pulau baru di utara kawasan Pantura Jakarta dinilai Intiland sebagai solusi masalah kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di Jakarta. “Pengembangan pulau baru akan mengakomodasi kebutuhan kota yang semakin besar,” kata Suhendro. (YS)  Majalah Properti Indonesia versi digital juga dapat diakses melalui:http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia

mpi-update.com