Peduli Rumah Adat Bali, Yuk!

Big Banner
Sumber Foto: desainrumah.me

Penataan desain rumah adat Bali bisa dibilang unik karena terdapat aturan-aturan tertentu yang harus ditaati ketika mendirikan bangunannya. Selain itu, ornamen-ornamen tradisional Bali banyak menghiasi interior dan eksterior bangunan rumah.

Pembangunan rumah adat di Bali harus disesuaikan dengan aturan-aturan “Asta Kosala Kosali” yakni sebuah ajaran yang ada di dalam kitab Weda sebagai kita suci agama Hindu. Pada prinsipnya, aturan-aturan ini hampir mirip ilmu feng shui yang berasal dari kebudayaan China.

Aturan-aturan “Asta Kosala Kosali” inilah yang tumbuh dan berkembang menjadi sebuah filosofi bagi masyarakat Bali. Mereka percaya bahwa pembangunan rumah akan menciptakan kesejahteraan hidup, adapun aspek-aspek utama tersebut antara lain:

  1. Aspek Pawongan, aspek ini mencakup pada orang-orang yang akan menempati rumah.
  2. Aspek Pelemahan, aspek ini mencakup lokasi, tempat, dan lingkungan pembangun rumah.
  3. Aspek Parahyangan.

Baca juga: Tanah Telantar Jadi Prioritas Reforma Agraria

Pewarnaan yang digunakan pun lebih memilih warna-warna yang kontras dan alami. Uniknya, setiap warna yang digunakan merupakan simbol ungkapan perasaan tertentu kepada Sang Pencipta.

Pada zaman dulu, rumah adat Bali dibangun secara terpisah menjadi beberapa bangunan kecil yang disatukan dengan pagar. Seiring bergulirnya waktu, bangunan pun sudah tidak lagi dibangun secara terpisah-pisah.

Pada pintu masuk rumah, terdapat suatu tembok yang dinamakan “aling-aling”. Tembok ini tidak hanya sebagai partisi saja, tetapi juga dipercaya sebagai penolak pengaruh kejahatan.

Adapun angkul-angkul (gerbang utama) ini secara desain mirip seperti gerbang utama di dekorasi rumah modern. Terakhir adalah natah yaitu sebuah taman yang terletak di tengah-tengah komplek bangunan sebagai tempat menjalankan segala aktivitas di rumah. (Wit)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me