Rumah Meditasi Tanpa Listrik

Big Banner

SolusiProperti.com-Studio desain asal Slovenia, Allergutendinge, membangun konstruksi sederhana di tengah perkebunan apel di Jerman. Allergutendinge, yang beranggotakan Matthias Prüger, Manuel Rauwolf dan Ulrike Wetzel ini, semula membuat bangunan tersebut untuk kebutuhan proyek mereka ketika mengenyam pendidikan di Bauhaus University, Jerman. 

Kini, proyek tersebut bisa kembali dipandang sebagai solusi hunian offgridyang minimalis, namun tetap menarik. Matthias Prüger, Manuel Rauwolf dan Ulrike Wetze menyebut proyek ini dengan nama Seelenkiste. Smallhousebliss.com menerjemahkan nama proyek ini dengan Spirit Shelter, sementara Inhabitat menyebutnya dengan nama Soul Box. Kedua intepretasi tersebut sebetulnya tidak jauh berbeda dari fungsi utama bangunan, yaitu sebagai tempat bermeditasi. 
 
Menurut para arsitek, bangunan ini terinspirasi dari konsep Arcadia, lokasi imajiner di mana penduduknya bisa hidup dengan bahagia di alam tanpa bantuan teknologi buatan manusia. Konsep ini begitu selaras dengan Seelenkiste. Pasalnya, selain sengaja dibangun sebagai tempat bermeditasi, Seelenkiste memang tidak didesain untuk menerima aliran listrik.
 
“Kebutuhan untuk melangkah keluar sejenak dari kehidupan dan pekerjaan sehari-hari semakin pertumbuh di antara masyarakat. Keinginan yang semakin menyebar ini tidak hanya terjadi di daerah pedesaan, tapi juga di tengah kota. Dengan proyek kami ini, kami juga mendorong pencarian Arcadia. Pada pertemuan antara arsitektur, seni, dan sejarah kebudayaanlah Seelenkiste dibangun,” ujar para arsitek dalam situs resminya, Allergutendinge.com.
 
Seelenkiste bisa digambarkan sebagai tempat bernaung offgrid yang bisa dibangun di tengah perkebunan, atau lokasi-lokasi lain di luar kota besar. Bangunan ini memiliki dua lantai dan satu split level. Lantai bawah digunakan untuk memasak dan menyantap makanan, sementara lantai atasnya bisa digunakan sebagai ruang kerja. Di dalam split level yang ada di antara level bawah dan level atas terdapat tempat tidur. Minimnya kemungkinan penggunaan barang-barang elektronik dalam konstruksi ini juga seolah memaksa penggunanya untuk merenung, atau sekadar menikmati alam.
 
Dalam keadaan terbuka, dinding yang menutup Seelenkiste di bagian depan beralih fungsi menjadi dek. Sementara, atap bangunan ini juga bisa dibuka untuk ventilasi udara atau memasukkan sinar matahari ke dalam rumah. Dalam cuaca cerah, tidak sulit bagi pengguna Seelenkiste untuk menikmati keadaan alam di sekitarnya.
 
“Di satu sisi, Seelenkiste menyediakan pemandangan alam bagi penggunanya. Di sisi lain, penghuni Seelenkiste bisa menemukan dirinya sendiri. Ketika Seelenkiste sampai di tempatnya, tersedialah ruang hidup untuk dua orang yang sangat terbatas. Sebuah tempat untuk tidur, tempat duduk, sebuah buku bacaan yang baik, dan secangkir teh hangat. Lagipula, hanya inilah yang bisa ditawarkan oleh lingkungan ideal untuk menarik diri dan menawarkan kesempatan merefleksikan diri,” imbuh para desainer.

Menariknya, menurut penjelasan Inhabitat, para desainer juga melengkapi Seelenkiste dengan roda di bawah rangka kayunya. Roda tersebut membuat bangunan ini bisa dipindah ke lokasi yang sesuai dengan keinginan penggunanya. (YN)

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me