Asing  Boleh Beli Rumah di Jakarta Seharga Rp10 Miliar

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan akhirnya meneken Permen No. 13 Tahun 2016 mengenai aturan teknis untuk orang asing membeli properti di Indonesia. Permen ini juga sebagai turunan dari PP No. 103 Tahun 2015 yang memuat soal pengaturan properti untuk orang asing.

Menteri Agraria, Ferry Mursyidan Baldan

Menteri Agraria, Ferry Mursyidan Baldan

“Salah satu yang penting adalah yang mengatur tentang harga yang bisa dibeli, di sini diatur harganya bergradasi jadi tidak memandang dalam satuan harga yang sama. Misalnya Jakarta tentu berbeda dengan Kalimantan, Sumatera, Yograkarta, dan lainnya, jadi kita buat lebih make sense,” ujarnya kepada housing-estate.com di sela-sela perayaan hari ulang tahun (HUT) Real Estat Indonesia (REI) ke-44 Tahun di Batam, Kamis (14/4).

Ferry menyebut orang asing bisa membeli properti baik rumah tapak maupun rumah susun (apartemen) dengan harga rumah yang paling mahal untuk wilayah Jakarta yaitu sebesar Rp10 miliar sementara untuk apartemen minimal Rp5 miliar. Untuk Yogyakarta atau Sulawesi Selatan Rp2 miliar atau di daerah lain bisa Rp1 miliar. Varian harga yang ditetapkan mencapai 12 klasifikasi.

Sementara untuk waktu kepemilikannya tetap tidak berubah yaitu 30 tahun dan bisa diperpanjang dengan proses yang lebih mudah (tidak diakui seperti baru). Properti yang dibeli juga diwajibkan khusus untuk properti baru sehingga bisa merangsang pertumbuhan bisnis industri properti dan meniadakan potensi seseorang menjual properti seken.

“Intinya permen ini tidak mengatur norma baru tapi hanya berupa penegasan dan pendetilan dari norma yang sudah ada. Jadi permen ini untuk mengatur perizinan itu bisa lebih menjamin kepastian, kecepatan, prosedur izinnya, itu saja. Saya teken permen ini hari Senin kemarin dan ini langsung berlaku,” pungkasnya.

housing-estate.com