Batam Tidak Bisa Kembangkan Rumah Murah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Program pembangunan rumah murah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak dapat diaplikasikan di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Harga rumah bersubsidi yang dipatok pemerintah sebesar Rp105 -165 juta per unit tidak sesuai dengan kondisi daerah itu.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Di sini kategori rumah murah tipe 36/72 harganya mulai Rp280 juta. Jadi program pemerintah dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tidak ada di sini. Harga bahan bangunan di Batam tinggi karena rata-rata dikirim dari Jawa,” ujar Saiful Abdi, Marketing Manager Cipta Group, pengembang beberapa perumahan di Batam, kepada housing-estate.com di Batam, Kamis (14/4).

Permintaan hunian murah di Batam sebetulnya sangat banyak terutama untuk para pekerja industri. Karena harganya tidak terjangkau mereka umumnya tinggal di mes perusahaan dan tinggal di rumah kontrakan. Selain tarifnya lebih terjangkau lokasinya juga dekat dengan tempat kerja.

Menurut Saiful, beragam kemudahan dan insentif yang diberikan pemerintah kepada pengembang secara matematis tidak masuk untuk membangun rumah bersubsidi. “Batam sebagai kawasan khusus sudah bebas PPN, bukan hanya rumah subsidi, rumah mewah pun bebas.  Di sini memang tidak mungkin dikembangkan rumah FLPP, rumah susun masih bisa tapi di Batam belum menarik,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me