Aturan LTV dan KPR Inden Jadi Alasan Penjualan Rumah Turun

Big Banner

JAKARTA – Aturan Loan To Value (LTV) dan KPR Inden yang tak kunjung diperlonggar dinilai menjadi kendala penurunan penjualan rumah. Kebijakan LTV masih menyisakan permasalahan hingga saat ini terutama kendala di lapangan seperti biaya penilaian dan jaminan tambahan.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan, pelonggaran kran KPR Inden untuk rumah kedua juga agaknya perlu dipertimbangkan dan dilakukan untuk periode jangka pendek untuk memberikan stimulus pasar perumahan. (Baca juga: Penurunan BI Rate Tak Mempan Angkat Daya Beli Rumah)

“IPW sudah menilai sudah saatnya pemerintah dan BI melakukan relaksasi kebijakan di tengah kondisi pasar perumahan dan properti yang belum pulih bahkan berpotensi untuk jatuh lebih dalam lagi bila tidak ada perubahan signifikan dari sisi kebijakan,” jelasnya dalam laman resmi, Jumat (15/4/2016).

Menurutnya, menunggu terlalu lama akan menyisakan biaya sosial yang cukup tinggi karena para pengembang tidak dapat menahan laju arus kasnya bila pasar belum juga bergerak naik. Bila pasar sudah pulih maka kapan pun BI dapat kembali memperketat aturan yang ada. (Baca juga: Penjualan Rumah Turun 54,09%, Segmen Menengah Tetap Unggul)

“Karenanya antisipasi cepat dari pemerintah dan Bank Indonesia sangat diharapkan para pelaku bisnis perumahan,” ujarnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me