Malaysia Kembangkan Kawasan Ramah Investasi Johor Bahru City

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Malaysia terus membuka diri terhadap investasi asing dengan mengembangkan sebuah kota baru yang disebut Johor Bahru City Center. Proyek tersebut berada di dalam kawasan Iskandar Malaysia dengan luas pengembangan mencapai 10 ribu ha. Salah satu proyek dalam kawasan Johor Bahru adalah Medini Iskandar Malaysia seluas 800 ha.

Johor Bahru City Centre

Johor Bahru City Centre

Medini dikembangkan secara joint operation (JO) antara United World Infrastructure, Mitsui & Co Ltd, dan Khazanah Nasional Berhard and Iskandar Investment Berhard. Yang terakhir ini serupa BUMN-nya Malaysia. Karena ada keterlibatan pemerintah, kawasan ini dikembangkan dengan infastruktur yang sangat baik sehingga kalangan pengusaha tinggal mengembangkan beragam proyeknya saja. Di sini kawasan ini serupa Kepulauan Batam yang merupakan kawasan khusus sehingga tidak dikenakan PPN maupun PPh.

Medini dirancanhg sejak tahun 2006 dan sudah menghabiskan investasi sebesar 200 miliar ringgit Malaysia (RM). Pengembangan kawasan ini difokuskan pada sektor pendidikan, kesehatan, keuangan, residensial, jasa, dan sebagainya. Saat ini sudah tersedia hingga 9 sekolah internasional, perkantoran, mal, hotel, dan sebagainya selain dikelilingi oleh 32 pelabuhan dan 1 bandara dengan akses jalan yang sangat bagus untuk ke Singapura.

Menurut Corporate Communication Iskandar Regional Development Authority (IRDA) Sulaiman Yahya, perkembangan kawasan ini didorong oleh sektor industri dengan porsi mencapai 27 persen, sektor jasa 10 persen, dan sektor lainnya yang akan terus dipacu dan ditingkatkan.

“Investasi yang masuk ke  sini 60 persen dari local investment dan 40 persen foreign investment. Dari luar negeri yang terbesar adalah Cina (22,17 persen), Singapura (19,14 persen), Amerika (6,7 persen), sementara Indonesia berada di peringkat ke 14 dengan porsi 1,52 persen,” ujarnya saat media tour ke kawasan Medini, Sabtu (16/4).

 

Keseriusan pemerintah Malaysia khususnya dengan pembebasan pajak di kawasan ini benar-benar tidak dikenakan pajak untuk penjual maupun pembeli. Misalnya pengembang menjual produk properti kepada pihak pertama, dua pihak ini tidak dikenakan pajak. Begitupun ketika pembeli ingin menjual kembali, pajak dikenakan ketika penjualan akan dilakukan setelah pihak ketiga.

Selain itu, bila properti yang dijual seharga 1 kemudian harganya naik menjadi 2, kenaikannya ini pun tidak dikenakan pajak. Harga properti yang ditawarkan di sini mulai Rp1,5 miliar dan setiap orang asing yang membeli akan mendapatkan izin tinggal hingga 10 tahun dan berhak untuk membeli mobil dengan lagi-lagi bebas pajak.

“Lokasinya juga sangat strategis karena bersebelahan dengan Puteri Harbour, 15 menit ke Danya Bay, 20 menit ke JB City Senai Airport, dan lainnya. Pemerintah juga memberikan banyak insentif untuk kalangan usaha yang mau mengembangkan bisnis di segala sektor di sini,” pungkas Sulaiman.

housing-estate.com