REI Gelar HUT Ke-44 di Batam Dihadiri 1000 Anggota

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha di bidang realestat menggelar acara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-44 di Batam, Kepulauan Riau, selama tiga hari (14-16/4). Sekitar 1.000 anggota REI dari 34 DPD hadir memeriahkan HUT REI Ke-44 yang diisi berbagai kegiatan. Antara lain City Tour (Barelang, Pulau Galang – Vietnam Camp, Bukit Clara – Welcome Batam), bakti sosial di Kampung Nongsa/Batu Besar (Rumah Baca dan Pembangunan MCK), dan kunjungan ke Johor, Malaysia.

Galla Dinner bertema ”Back To 60’s” dan pemberian penghargaan REI digelar di Movie Town, di kawasan Nongsa yang dihadiri antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan, dan Plt. Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Pada acara Galla Dinner, REI memberikan penghargaan Wirabakti Praja Utama kepada Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan, dan  Kepala Staf Ahli Wapres Sofjan Wanandi. Selain itu REI juga memberikan penghargaan Wirabakti Praja Madya kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Walikota Batam Muhammad Rudi, Gubernur Aceh Zaini Abdulah, dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Pada perayaan acara HUT REI Ke-44 Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy mengatakan, sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan perumahan, REI akan terus mendukung langkah pemerintah dalam mengupayakan penyediaan hunian yang layak untuk seluruh masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut kembali dipertegas melalui tema HUT REI ke-44 yakni “Membangun Bersama REI, Mitra Sejati Sejuta Rumah”.

”Tema HUT REI Ke-44 mencerminkan wujud hasrat, tekad, serta keinginan segenap anggota REI untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah yang menjadi salah satu fokus dalam Program Nawacita Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo,” ujar Eddy. Lebih lanjut Eddy mengatakan, “Upaya untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah perlu mensinergikan seluruh pemangku kepentingan (stake holder) untuk saling bahu membahu sehingga seluruh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki hunian yang layak melalui program tersebut.”

Selain itu, tambah Eddy, kehadiran Program Sejuta Rumah mampu menjaga pertumbuhan bisnis properti pada saat ekonomi nasional mengalami perlambatan. Penjualan rumah segmen MBR masih tercatat tumbuh, apalagi ada bantuan fasilitas subsidi dari pemerintah dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP). Untuk itulah, pembangunan perumahan rakyat dan kawasan permukiman, harus selalu berorientasi pada pemenuhan rumah bagi masyarakat pada golongan ini.

Dikatakan Eddy, saat ini kepemilikan rumah yang layak sudah menjadi kebutuhan dasar manusia. Namun pada kenyataannya, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum memiliki rumah. Data Badan Pusat Statistik mencatat backlog rumah saat ini mencapai 13,6 juta unit  dan berpotensi akan terus meningkat jika tidak ada program penyediaan rumah dalam skala besar.

“REI optimistis Program Sejuta Rumah akan dapat terwujud dengan dukungan dan bersatunya pemerintah bersama seluruh stake holder properti di Indonesia.  Integrasi tersebut akan menjadi modal yang kuat untuk terus melanjutkan program ini dan menjawab tantangan bagi sektor properti di masa mendatang,” jelas Eddy.

Pada tahun 2016 ini, REI akan mendukung Kementerian  PUPR turun ke daerah-daerah untuk memastikan seluruh pemerintah daerah mempunyai pengertian dan prioritas yang sama mengenai program Sejuta Rumah. Seluruh tim REI dari bidang Rumah Sederhana Tapak (RST) akan ikut terjun mengawal ke lapangan bersama kementerian

REI sebagai wadah pengembang yang ada di seluruh nusantara menghimbau para anggota senantiasa berperan aktif untuk mendukung program sejuta rumah. REI menargetkan komitmen membangun sebanyak 240 ribu unit untuk program Sejuta Rumah tahun 2016. “Ini adalah komitmen target yang realistis. Kami akan melakukan evaluasi terus menerus untuk melihat perkembangan yang terjadi,” pungkas Eddy. YS

 

 

mpi-update.com