Tentang Reklamasi, APL Penguasa Bisnis Apartemen

Big Banner

Trihatma K. Haliman adalah generasi kedua pemilik imperium bisnis Agung Podomoro. Dulu namanya Agung Podomoro Group (APG). Sejak masuk ke bursa saham beberapa tahun lalu kemudian menjadi  Agung Podomoro Land dengan kode emiten APLN.   Beberapa waktu lalu publik dikejutkan oleh peritiwa Presiden Direktur APL  Ariesman Widjaja, diduga melakukan suap dan kini menjadi tahanan KPK.

Ariesman diangkat menjadi Presiden Direktur belum satu tahun.  Jabatan ini sebelum dijabat selama puluhan tahun oleh Trihatma, sejak belum masuk bursa hingga menjadi perushaan publik. Ia melanjutkan  bisnis yang dirintis ayahnya, Anton Haliman, pengembang perumahan Simprug dan Sunter Podomoro. Selama dipimpin Trihatma memang belum pernah terjadi peritiwa sogok menyogok dalam memuluskan sebuah peraturan atau memuluskan rencana proyek.

Bisnis properti yang dirintis oleh ayah Trihatma semakin berkembang terutama saat Trihatma terjun langsung mengelola perusahaan.  Di tangan Trihatma, Agung Podomoro berkembang menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia. Bahkan perusahaan properti ini sudah dan sedang membangun 59 proyek properti, mulai dari properti untuk masyarakat untuk berbagai kalangan masyarakat.

Saat ini APLN mengua sai lebih dari 60% pasokan kondominium, dari total yang ada di Jakarta atau sebanyak 17.148 unit. APLN juga tercatat sebagai salah satu pemasok utama ritel dari total pasokan sekitar 4,25 juta meter persegi.

Trihatma berhasil mengantarkan perusahaan yang dirintis orangtuanya men jadi perus ahaan terbuka tahun 2010 se kaligus menjadikannya pemain properti besar di tanah air dengan total pendapatan akhir tahun lalu sekitar Rp4,9 triliun. Asset lebih dari Rp19,6 triliun serta kapitalisasi pasar hingga tengah tahun lalu sebesar Rp5,7 triliun.

APLN membawahi 47 anak perusahaan termasuk kepemilikan tidak langsung. Hingga saat ini telah membangun hampir 30.000 unit apartemen. Memiliki total 528.000 m2 bangunan mal, 869 kamar hotel dan akan menjadi 2.500 kamar hotel dalam beberapa tahun ke depan. Dalam 10 tahun terakhir imperium properti ini telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek properti, yang mayoritas ditujukan kepada segmen kelas masyarakat menengah dan menengah atas.

Dalam menjalankan bisnis, Grup Agung Podo moro berhasil mengadaptasikan “back to city life” concept dengan mengembangkan mixed-use yang berada di koridor-koridor komersial utama sehingga memudahkan pembeli properti mereka untuk tinggal, berbelanja dan kerja secara efi sien.

Dengan membidik segmen terbesar dan yang paling berkembang di Indonesia yaitu middle to middle-up, grup ini juga mempunyai banyak daftar panjang loyal customer serta kecepatan dalam pengembangan proyek- proyek mereka. Beberapa proyek besar tersebut adalah Podomoro City, Senayan City, Vimala Hills, CBD Pluit, Thamrin City, Kalibata City, The Peak Sudirman, Aston Marina Medi terania dan Green Bay.

mpi-update.com