STATUS LAHAN: Ini Kata Bupati Karawang soal Podomoro Industrial Park

Big Banner

Kabar24.com, JAKARTA – Bupati Karawang, Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana menyatakan lahan yang akan digunakan anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk di wilayah tersebut belum memiliki status lahan.

Hal itu disampaikan Cellica menjawab pertanyaan Bisnis di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin. Dia menuturkan lahan yang akan digunakan anak usaha emiten properti itu masih dibahas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Karawang. Lokasi itu berada di tiga desa yakni Wanasari, Wanakarta dan Margamulya.

Diketahui, PT Agung Podomoro berencana membangun kawasan industri di area sekitar lebih dari 350 hektare. Namun, dengan banyaknya konflik yang belum rampung dengan para petani, BPN masih belum memberikan izin atas lahan tersebut. Perusahaan yang akan menggarap kawasan itu adalah PT Sumber Air Mas Pratama (SAMP).

“Sertifikasi tanah itu masih proses di BPN. Pemerintah daerah hanya memberikan izin, pandangan teknis selama itu sesuai aturan,” kata Cellica usai memberikan laporan harta kekayaannya di Jakarta, Senin (19/4/2016).

Dengan demikian, dia menuturkan, proyek pembangunan itu belum berjalan. Cellica menegaskan walaupun demikian pihaknya tak akan menghambat siapa pun untuk berinvestasi selama hal itu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dia menuturkan saat ini BPN masih melakukan pembahasan terkait dengan status lahan tersebut. Ketika disinggung mengenai keberatan para petani, Cellica menyatakan pihaknya sudah melakukan audiensi dengan perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat sendiri.

Engkos Kosasih, Serikat Petani Karawang (Sepetak) sebelumnya menyatakan bahwa warga memiliki bukti kepemilikan asli hak atas tanah yang menjadi sengketa tersebut. Pada 2014, perusahaan menggunakan aparat keamanan melakukan proses eksekusi walaupun Komnas HAM menyatakan hal itu tak bisa dilakukan karena masih ada hak warga yang tak selesai.

Dalam situs resminya, Podomoro Industrial Park menyatakan bahwa kawasan itu merupakan kawasan terintegrasi dengan luas mencapai 542 hektare di Karawang Barat. Tak hanya untuk kawasan industri, namun area itu juga akan berisi gedung komersial dan hunian plus infrastruktur yang berstandar internasional.

properti.bisnis.com