Apartemen Menengah dan Menengah Bawah Mendominasi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kawasan Jabodetabek masih menjadi pilihan utama pengembang untuk pengembangan proyek properti khususnya apartemen. Menurut Arief  Rahardjo, Director Research & Advisory Cushman & Wakefield, sebuah perusahaan real estate services global di Jakarta, tahun 2016 di Jabodetabek dipasarkan 355 proyek apartemen.

Pembangunan Apartemen Bassura City

Pembangunan Apartemen Bassura City

Pasokan apartemen sebanyak itu mayoritas membidik segmen menengah bawah. Jumlahnya sekitar 76.610 unit, sekitar 38,4 persen. Apartemen segmen  menengah jumlahnya sedikit di bawahnya 36,1 persen. Untuk kelas lebih atas jumlahnya lebih tipis,  apartemen menengah atas 14,5 persen dan kelas  high end mengambil porsi 11 persen.

Ditilik dari lokasinya sebanyak 77,5 persen, sekitar 133.861 unit dikembangkan di wilayah sekunder. Sementara di kawasan CBD (pusat bisnis) sebanyak 15,4 persen dan  di kawasan primer hanya 7,1 persen. “Hampir seluruh proyek  yang akan datang  mencakup 93,3 persen atau 186.101 unit juga mengambil lokasi di kawasan sekunder. Sementara di area CBD dan primer masing-masing hanya 3,5 persen dan 3,2 persen,” ujar Arief kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (19.4).

Arief menjelaskan, mayoritas apartemen yang terbangun lokasinya di Jakarta Selatan (25,9 persen). Setelah iti diikuti Jakarta Utara (20,6 persen), Tangerang (28,6 persen), dan Bekasi (17,8 persen). Penyerapan pasar Jabodetabek juga relatif stabil, hingga Maret 2016  sudah terserap 98,2 persen atau turun 0,1 persen dari kuartal sebelumnya. Tingkat hunian turun 2 persen menjadi 64,6 persen.

“Melihat data tersebut kami memperkirakan aktifitas penjualan apartemen tahun 2016 akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk mempertahankan tren penjualan developer akan fokus memasarkan proyek-proyek menengah dan menengah bawah,” imbuhnya.

housing-estate.com