Tak Boleh Disewakan, Rumah WNA di RI Boleh Diwariskan

Big Banner

Jakarta -Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 13 tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian, Pelepasan atau Pengalihan Hak Atas Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Aturan ini diterbitkan untuk menarik minat investor asing, agar semakin tertarik berinvestasi di Indonesia. Meski tak bisa disewakan, namun banyak kelebihan lain yang diberikan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang telah membeli rumah di Indonesia.

“Rumahnya dapat diwariskan ke anak cucu,” kata Menteri ATR/BPN, Ferry Mursyidan Baldan, kepada detikFinance ditemui di kantornya, Selasa (19/4/2016).

Ahli waris ini, sambung dia, akan mendapat fasilitas yang sama seperti pemilik sebelumnya. Yakni bisa memiliki hunian tersebut dengan waktu yang panjang dan dapat diwariskan lagi ke anak cucunya.

Namun demikian, Ferry tetap memberi catatan. Yakni, pada Pasal 5 ayat (2) Permen tersebut disebutkan, waris dan ahli waris yang merupakan Orang Asing, harus memenuhi persyaratan, yakni izin menetap di Indoneisa yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Lantas bagaimana bila WNA yang bersangkutan atau ahli warisnya tak lagi tinggal dan menetap di Indonesia, atau tak lagi memenuhi persyaratan untuk tinggal dan menetap di Indonesia?

“Dia (WNA) bisa menjualnya ke WNA lain yang memenuhi syarat untuk bisa tinggal di Indonesia. Dalam 1 tahun dia harus melepasnya,” lanjut Ferry.

Namun disadari, bahwa melepas aset berupa properti bukan perkara mudah. Bisa saja penjualan tak berhasil dilakukan dalam satu tahun.

Ferry mengatakan, WNA atau Ahli Warisnya tak perlu khawatir, karena dalam Permen yang dikeluarkannya, telah diatur tata cara pelepasan hak  rumah yang bersangkutan tak kunjung terjual atau berpindah tangan.

Dalam aturan baru itu disebutkan, jika dalam jangka waktu satu tahun hak atas rumah dan tanahnya belum dilepaskan atau dialihkan, maka akan dilelang oleh Negara atau menjadi milik pemegang Hak Milik atau Hak pengelolaan.

“Dana yang diperoleh dari hasil lelang diberikan kepada WNA atau ahli warisnya setelah dikurangi biaya lelang ataupun biaya lain yang telah dikeluarkan,” pungkas dia.

(dna/wdl)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me