Kempupera Butuh Dana Fantastis di Tahun 2017

Big Banner

Di tahun 2017 mendatang, Kementarian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membutuhkan dana sebesar Rp 166 Triliun untuk mendukung agenda Nawacita

JAKARTA – Dana fantastis sebesar Rp 166 Triliun dibutuhkanKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) di tahun 2017 mendatang. Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 akan disesuaikan dengan nilai tersebut.

“Dari hasil pra konreg, total kebutuhan Rp 166 triliun di 2017 nanti akan dicoba dijadikan Rp 104 triliun yang ada berdasarkan pagu indikatif kami. Dari nilai tersebut, 34 persennya tetap menjadi prioritas, harus dipertahankan, sisanya baru bisa dipotong,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, seperti dilansir dari laman beritasatu.com, Rabu (20/4/2016).

Basuki mengatakan, pemotongan tersebut bisa dilakukan dengan vertikal. Misalnya, pekerjaan satu tahun menjadi dua tahun atau secara horizontal, yang artinya pelaksanaannya ditunda. Dalam penyusunan program prioritas, kata Basuki, Badan Perencana Infrastruktur Wilayah (BPIW) telah menyusunnya berdasarkan kewilayahan yaitu konektivitas, disparitas antar wilayah dan ketahanan air, pangan dan energi dan peningkatan kualitas hidup.

Beberapa waktu yang lalu, Kepala BPIW Hermanto Dardak menjelaskan, dari rekapitulasi program Kempupera di 2017, kebutuhan anggaran sebesar Rp 166 triliun tersebut dibagi berdasarkan program untuk mendukung empat agenda Nawacita, yaitu untuk mendukung konektivitas Rp 38,6 triliun (23,3 persen), mendukung keseimbangan antar wilayah Rp 37 triliun (22,3 persen), mendukung kedaulatan energi dan pangan Rp 60,9 triliun (36,7 persen) dan mendukung peningkatan kualitas hidup Rp 29,4 triliun (17,7 persen).

“BPIW sudah menyusun program prioritas berdasarkan kewilayahan, yang pertama untuk konektivitas, kedua disparitas antar wilayah dengan mengurangi kesenjangan wilayah, ketiga untuk ketahanan air, ketahanan pangan dan energi, dan keempat untuk peningkatan kualitas hidup, termasuk perumahan dan air minumdi dalamnya,” jelas Basuki.

infonitas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me