Hemat Anggaran, Bappenas Minta Pemerintah Bangun Rumah Kembar

Big Banner

JAKARTA – Pembangunan proyek satu juta rumah saat ini masih terkendala aturan daerah. Namun, selain menyelesaikan proyek satu juta rumah, saat ini pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah lainnya, yaitu memenuhi permintaan masyarakat terhadap perumahan yang diperkirakan mencapai 15 juta unit.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengungkapkan, pemerintah saat ini masih sulit untuk memenuhi semua kebutuhan perumahan. Sebab, butuh dana yang tidak sedikit untuk memenuhi satu dari tiga kebutuhan primer masyarakat ini dalam waktu singkat. (Baca juga: Pelaksanaan KPR Sulit, Apersi Ubah Target Pembangunan Rumah Subsidi)

Namun, Sofyan Djalil menawarkan sebuah solusi, yaitu dengan membangun perumahan dengan konsep rumah kembar. Kebijakan ini diyakini dapat menghemat anggaran pembangunan perumahan.

“Untuk perumahan, kenapa kita tidak bangun rumah sama yang sejenis seperti di Korea. Ini akan lebih menghemat anggaran,” kata Sofyan di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Dengan begitu, selain efisiensi anggaran, masyarakat pun juga dapat diuntungkan karena penyediaan perumahan dapat dipercepat. Tak hanya itu, program pembangunan di luar proyek satu juta rumah pun juga dapat segera dilakukan. (Baca juga: Kementerian PUPR Desak Pemda Lakukan Data Rumah Tak Layak)

 

“Tapi nanti akan kita bahas lagi. Apakah ini dapat dilakukan apa tidak,” pungkas Sofyan.

Sekadar informasi, saat ini pengembang telah menggunakan konsep rumah kembar dalam membangun perumahan. Namun, konsep ini sebagian besar digunakan pada pembangunan perumahan elit yang tak dapat dijangkau oleh masyarakat. Sehingga, perlu inisiatif dari pemerintah untuk membangun rumah layak huni dalam waktu singkat agar kebutuhan perumahan masyarakat dapat terpenuhi.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me