WNA Boleh Beli Rumah di RI, WNI Tak Perlu Khawatir

Big Banner

Jakarta -Banyak pihak khawatir Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nomor 13 tahun 2016 baru yang baru saja diterbitkan bakal mengganggu pasar properti nasional.

Masyarakat khawatir pengembang akan berlomba membangun rumah mewah untuk menyasar pasar Warga Negara Asing (WNA) sesuai kriteria dalam Permen ATR/BPN tersebut dan melupakan pembangunan untuk masyarakat kelas bawah.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir hal tersebut akan terjadi.

“Karena meskipun menurut data imigrasi ada sekitar 1.500 WNA mendapat izin tinggal tetap atau pun sementara di Indonesia. Tapi yang kaya dan sanggup beli properti dengan harga mahal, berapa sihl? Jadi sebenarnya pengembang pun akan berhitung,” ujar dia dihubungi detikFinance, Rabu (20/4/2016).

Asal tahu saja, dalam aturan yang baru dikeluarkannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Ferry Mursyidan Baldan, memberikan batasan harga minimum yang dapat dibeli oleh WNA. Yakni Rp 10 Miliar di wilayah Jakarta, Rp 5 Miliar di Banten dan beberapa batasan lainnya.

Tentunya ini akan menjadi risiko tersendiri bagi pengembang bila terlalu jor-joran membangun rumah dengan rentang harga tersebut namun dari segi peluang pasar tidak terlalu besar.

“Justru aturan ini lebih mengerucut. Bahwa rumah yang bisa dibeli WNA hanya yang harganya seperti itu. Lagi pula harga Rp 10 miliar di Jakarta itu sudah tergolong rumah mewah yang tentunya pajaknya berbeda dengan rumah biasa. Jadi tidak akan membuat pasar properti kita terganggu,” pungkas dia.

(dna/hns)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me