Para Pengembang Tetap Ekspansif Di Tengah Krisis

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) akhir tahun lalu menurunkan liputan utama tentang para Chief Executive Officer (CEO) Inspiratif yang mampu menangkap peluang di kala krisis.  CEO yang menjadi MPIadalah menyangkut ketangguhan, kecermatan, inovasi serta mengutamakan diferensiasi produk, menjadi keseharian mereka dalam berbisnis.

Disebutkan Stelah menunjukkan pertumbuhan substansial sejak empat tahun terakhir, pada 2014 pasar properti Indonesia akhirnya menyiratkan periode konsolidasi yang ditandai dengan terkoreksinya pertumbuhan di sektor padat modal ini.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi global, khususnya di Cina yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi domestik, menjadi salah satu faktor tergerusnya laju pertumbuhan tersebut. Kondisi ini, juga diperparah dengan melesatnya nilai suku bunga, pelemahan daya beli masyarakat, serta devaluasi Rupiah terhadap Dolar AS.

Yang menarik, alih-alih merunduk, kondisi ini justru disikapi sejumlah CEO di industri properti dengan tetap percaya diri untuk berekspansi dan melansir proyek-proyek baru. Nilai investasi yang mereka gelontorkan pun tidak sedikit, hingga triliunan rupiah. Pengembang PT Lippo Karawaci Tbk. misalnya. Lewat anak usahanya Lippo Homes, sekoci bisnis milik taipan Mochtar Riyadi, ini baru saja, meluncurkan proyek menara apartemen Holland Village tahap 2 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Apartemen ekslusif ini terdiri dari 190 unit dengan luasan mulai dari 77 m2 hingga 149 m2. Menyusul Lippo Karawaci, ada juga PT Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE) yang baru saja meluncurkan sentra bisnis baru di kawasan strategis Tangerang Selatan, bertajuk Intermoda BSD City. Berdiri di atas lahan terpadu seluas 25 hektar, Intermoda BSD City dirancang sebagai pusat aktivitas bisnis retail dan investasi modern pertama di Kawasan Serpong.

PT Ciputra Residence, PT Agung Podomoro Land Tbk. dan PT Paramount Enterprise International termasuk diantara pengembang-pengembang yang agresif membidani kelahiran portofolionya di sepanjang dua tahun terakhir. PT Ciputra Residence, anak usaha dari Grup Ciputra, setidaknya akan kembali meluncurkan empat proyek baru di awal tahun 2016. Diantaranya, mengusung konsep skala kota dan mixed use.

Kepercayaan diri tinggi Tak bisa dimungkiri, sederet proyek prestisius yang dilansir pengembang-pengembang tersebut tak terlepas dari peran seorang CEO. Banyak inovasi yang mereka dilakukan. Banyak terobosan yang diaplikasikan. Intinya,kesukses an besar yang mereka lakukan berhasil membawa perusahaan untuk beradaptasi dengan laju perkembangan industri makro yang dinamis.

Seperti diketahui, BI  memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode 2017-2019 mendatang akan semakin lebih baik, dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 6-6,5% pada 2019, dan ditopang oleh inflasi yang terkendali dalam kisaran 3,5+/-1%.  Para pengembang memiliki proyeksi optimistik .

Riset yang dilakukan Properti Indonesia, mencatat, sejumlah perusahaan properti terus menunjukkan kinerja penjualan yang positif sepanjang 2012 hingga kuartal I 2015. Meskipun, tetap tak bisa ditepis, skala pertumbuhan mulai tergerus akibat perlambatan yang terjadi. Dari beberapa pengembang yang menjadi sorotan, tiga di antaranya berhasil mencatat pertumbuhan marketing sales hingga 39%.

Mereka adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk. Lalu menyusul, PT Summarecon Agung, Tbk sebesar 31% serta PT Pakuwon Jati Tbk. sebesar 29%. Di urutan berikutnya ada PT Agung Podomoro Land Tbk. yang mencatat pertumbuhan 21%. Sementara, PT Lippo Karawaci Tbk. sebesar 16 %. Dalam sorotan 11 Inspiratif CEO Properti  Indonesia kali ini, ada begitu banyak pelajaran yang dapat dipetik. Namun, yang terpenting, hampir ke semua CEO ini mampu membawa korporasinya untuk bersaing dan berkembang sehingga mampu bertahan dari berbagai tantangan dalam 3 tahun terakhir. (Riz/HS)

mpi-update.com