Mendesain Interior Berkonsep ‘Green Building’ di Rumah

Big Banner

Tak seperti desain arsitektur yang mampu menunjukan dengan jelas bentuk bangunan yang mengusung konsep green building, menurut Anneke Andriana, seorang desainer interior, pada desain interior konsep green building tak bisa dilihat secara kasat mata.

Pasalnya, green building tak cuma hijau, tapi penghematan energi serta air, dan itu tak bisa ditentukan dari bentuk desainnya, namun dihasilkan dari penggunaan produk-produk yang berlabel hemat energi ataupun water saving yang bisa juga dirasakan dari segi kenyamanan, kesehatan dan pembayaran yang lebih murah.

“Arsitektur yang green building itu kelihatan, misalnya penggunaan selubung untuk mengurangi panas matahari dan lain sebagainya. Tapi untuk interior tidak bisa dilihat secara visual, bentuknya sama saja, tapi bisa dirasakan,” terang Anneke kepada Rumahku.com.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan lampu LED, AC hemat energi yang mengatur kelembapan ruangan, toilet dengan flushing yang lebih hemat air, dan sebagainya.

BACA JUGA : GREEN BUILDING HARUS MENGACU PADA 6 ASPEK INI

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana juga memengaruhi proses green di dalam rumah. Sebagai contoh adalah mematikan TV secara total (tidak dalam posisi standby), mencabut colokan setelah digunakan dan lain sebagainya.

“Penggunaan AC misalnya, normalnya 24 dan 25 derajat itu sudah membuat nyaman penghuni. Tapi ini kan tidak, AC dinyalain terus sampai 16 derajat, yang ada malah kedinginan dan boros listrik,” tukas wanita yang sempat menjadi Dewan Pembina HDII Jakarta periode 2013-2015.

Hal yang paling kelihatan menurut Anneke adalah peletakan tanaman hijau di dalam ruangan guna menciptakan udara segar serta penggunaan cross ventilation yang baik. Untuk tanaman pot kecil, menurut Anneke, setidaknya pemilik harus menyediakan 3 kali lipat dari tanaman yang ingin dipasang di dalam rumah.

Misalnya pemilik ingin ada 5 pot tanaman yang tersebar di berbagai ruangan. Jika begitu, maka mereka harus punya 15 pot untuk dirotasi peletakannya karena tak ada tanaman yang benar-benar tahan tanpa terkena sinar matahari.

Lain dengan di Indonesia, menurut Anneke, Singapura telah memiliki teknologi yang menampakan dengan jelas bentuk green building-nya.

“Ya, di Singapura ada alat yang bisa memantulkan cahaya matahari ke dalam seluruh ruangan, namun tidak turut membawa panasnya,” tutupnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me