Serapan Pasar Apartemen Menengah Lebih 60 Persen

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar properti 2016 masih berada dalam tahap konsolidasi. Ini sejalan dengan indikator perekonomian nasional yang belum berhasil melakukan lompatan signifikan. Inflasi berada dalam proyeksi Bank Indonesia (BI) sebesar 4,2 persen, ekonomi tumbuh 4,9-5,3 persen, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 6,3 persen, dan nilai rupiah naik tipis.

Pembangunan APartemen

Kondisi umum sektor properti tersebut tercermin dari pasar apartemen yang belum beranjak dari keadaan tahun sebelumnya. “Hingga awal tahun 2016 penyerapan unit apartemen pra penjualan untuk segmen menengah bawah sebesar 59 persen, menengah 66,6 persen, menengah atas 60,1 persen, dan kelas atas mencapai 74,6 persen,” ujar Arief Rahardjo, Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, dalam publikasi yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Selasa (19/4).

Tahun 2015 penjualan unit apartemen sekitar 63 persen.  Unit yang belum terserap sebesar 72.593 unit. Arief optimis pasar apartemen bakal terus membaik sesuai dengan kondisi makro yang semakin positif.

Salah satu indikator membaiknya sektor apartemen itu tercermin dari kenaikan harganya. Tahun ini harga apartemen naik sebesar 8,8 persen,  rata-rata Rp48,1 juta per meter persegi. Harga apartemen di area primer rata-rata Rp39,6 juta per meter persegi, naik 4,2 persen. “Aktifitas penjualan tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2015 lalu,” imbuhnya.

Arief menyebutkan sepanjang tahun 2016 di Jabodetabek akan dipasok 199.406 unit apartemen. Sebaran lokasinya sebagian besar di wilayah sekunder sebanyak 77,5 persen (133.861 unit), kawasan CBD 15,4 persen, dan kawasan primer 7,1 persen.

housing-estate.com