Lima Tips Cermat Memilih Jangka Waktu KPR

Big Banner

JAKARTA – Sebagian dari Anda mungkin masih bingung untuk memilih jangka waktu KPR. Iming-iming biaya angsuran kecil bisa menjadi penarik konsumen dengan dalih lebih ringan setiap bulannya. Atau sebaliknya, penawaran jangka panjang tidak kalah menariknya, jika dilihat dari jangka waktu yang terbilang cepat dapat melunasi pembelian rumah.

Sebenarnya dua pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Dan kembali lagi kepada Anda sebagai konsumen yang akan menjalankannya. Biasanya, pihak bank akan mengkaji kondisi Anda saat ini. Bila Anda seorang pegawai/profesional muda, kesempatan untuk mendapatkan KPR dalam jangka panjang tergolong masih bisa dimungkiknkan.

Berbeda keputusan jika, konsumen pemohon KPR berusia mendekati masa pensiun. Besar kemungkinan akan memberikan KPR dalam rentang waktu yang pendek, dengan angsuran per bulan yang relatif besar.

Lalu, jika saat ini Anda sedang disuguhkan untuk memilih jangka waktu KPR, sebaiknya simak dulu nih, tips cermat memilih jangka waktu KPR yang sesuai dengan kebutuhan Anda:

1. Bandingkan besar angsuran

Masyarakat cenderung meminta KPR jangka panjang, atau bahkan ada juga yang meminta angsuran KPR seumur hidup.

Sebenarnya, jika dicermati, angsuran dengan jangka pendek bisa lebih menguntungkan karena ternyata terkadang besaran angsuran per bulan tidak terpaut jauh dengan yang berjangka panjang.

Dengan demikian, meski sedikit lebih berat, beban hutang Anda bisa lunas dalam jangka waktu yang lebih cepat.

2. Ukur kemampuan membayar

Kedua, membandingkan kemampuan membayar sangatlah penting menjadi alat ukur Anda memilih jangka waktu KPR.

Mengacu ketentuan yang diberikan bank, angsuran bulanan dibatasi maksimal 35-40 persen dari penghasilan bersih bulanan Anda.

Nah, sebaiknya Anda tidak menggunakan sampai batas maksimal, dengan tujuan mengantisipasi kondisi suku bunga KPR yang mendadak naik, di samping agar Anda bisa memenuhi kebutuhan lainnya.

3. Kemampuan sharing dana/uang muka

Bank bisa saja memberikan pinjaman sampai maksimal jika rekam jejak Anda dinilai bagus. Tetapi kembali lagi tergantung berapa besarnya uang muka yang tersedia.

Bisa saja, calon debitur memiliki dana 50 persen dari harga rumah dan baru sisanya yang 50 persen dimintakan dukungan pembiayaan KPR.

Saran untuk Anda, sebaiknya besarkan uang muka pada saat membeli rumah. Artinya, hindari pembayaran uang muka minimum.

Uang muka yang lebih besar membuat jangka waktu cicilan bisa lebih singkat. Jangka waktu yang lebih singkat akan menurunkan biaya premi asuransi, sehingga lebih hemat.

4. Jangan ragu ambil jangka pendek

Jika Anda punya tabungan yang cukup untuk uang muka yang besar, serta memiliki penghasilan yang memampukan Anda mencicil rumah jangka pendek, jangan ragu untuk memilih cicilan jangka pendek sejak awal.

Jangan sampai Anda memilih cicilan jangka panjang kemudian berniat melunasinya di tengah-tengah. Hal ini justru akan membuat Anda terkena penalti.

5. Dapat meminjam berkali-kali

Meminjam KPR jangka pendek berpeluang dapat meminjam kembali pada bank. Sebab, pihak bank akan menerima rekam jejak Anda yang konsisten melunasi pinjaman.

Upaya ini sangat berpeluang positf bagi Anda yang hendak berbisnis properti atau bidang lain. Seperti kisah Nano Lesmono, seorang karyawan swasta yang memilih ‘banting setir’ menjadi pengembang perumahan (Baca kisah selengkapnya di sini).

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me