Homestay, Apartemen, Budget Hotel atau Hotel Bintang

Big Banner

Ada banyak pilihan yang bisa didapatkan wisatawan baik lokal mapun manca negara. Sejumlah pebisnis hotel berinovasi dengan menawarkan sejumlah pilihan di samping jotel berbintang di perkoaan yang selama ini di kenal. Di antaranya adalah, budget hote, home stay dan apartemen sewa harian.  Selain homestay, ala Indonesia.

Saefudin, agen pemasaran Apartemen Sudirman Park menuturkan keuntungan sewa harian hampir 2 kali lipat dibandingkan sewa bulanan. Dia memberikan contoh, rerata harga sewa harian untuk 1 kamar tidur berkisar Rp450.000- Rp550.000. Sementara harga sewa bulanan sebesar Rp8 juta.

Klien yang biasa menyewa Apartemen Sudirman Park kebanyakan para keluarga atau rombongan karyawan sebuah perusahaan yang singgah di Jakarta. Fasilitas yang ditawarkan antara lain air conditioner (AC), LCD TV, lemari es, lemari pakaian, spring bed, sofa bed, kitchen set, microwave, dispenser, dan water heater.

Semakin Sengit persaingan dengan penginapan alternatif lain seperti homestay dan apartemen sewa harian, Ndang mengungkapkan pihaknya tidak terlalu memusingkannya.  “Segmen dan tarifnya sudah beda. Persaingan pasti ada, tapi kami cukup percaya diri dengan konsep yang kami usung, yakni tetap memprioritaskan kenyamanan istirahat para tamu,” jelasnya.

Persaingan antara hotel bujet atau bintang dua dengan homestay maupun apar temen sewa harian secara umum tidak terlalu runcing. Meyriana Kesuma, Manajer Riset dan Konsultasi Coldwell Banker Indonesia mengatakan ketiga jenis penginapan tersebut menyasar segmen yang berbeda.

Menurutnya, hotel bujet yang biasanya dioperasikan oleh operator hotel lokal, nasional, maupun internasional, cenderung membidik para pelancong dengan tujuan bisnis maupun wisata dengan lama inap sekitar satu sampai dua hari. Apartemen sewa harian, di sisi lain, lebih disukai oleh mereka yang bermaksud menginap lebih lama, yakni sekitar 3-5 hari, dengan jumlah kamar yang juga lebih banyak. Penginapan jenis ini digemari oleh keluarga, karena terdapat fasilitas seperti dapur kering untuk memasak.

Jenis yang terakhir, yakni homestay atau akrab juga disebut guesthouse, sering dipilih oleh para pelancong backpacker, atau mereka yang menginginkan kenyamanan rumah di sela perjalanan mereka.

“Perbedaan segmen tersebut juga di picu perbedaan layanan yang didapat. Hotel bujet, misalnya, meskipun tidak selengkap bintang tiga dan seterusnya, masih memiliki fasilitas sepertihousekeeping dan ranjang berkualitas tinggi. Ini yang belum tentu ada di guesthouse dan apartemen sewa harian,” jelas Meyriana.

Kemunculan penginapan-penginapan alternatif ini, ungkap Meyriana, merupakan jawaban atas meningkatnya aktivitas ekonomi, pariwisata, maupun MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dalam suatu daerah.

“Para pelancong yang merasa bahwa tarif hotel bintang tiga di daerah tersebut terlalu mahal untuk sekadar tidur, akhirnya berpaling ke hotel bujet, bahkan apartemen sewa harian dan homestay,” katanya. (MRR)

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me