Lagi, Iwan Sunito – Crown & Investasi Properti Australia

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Iwan Sunito  CEO & FounderCrown Group  Crown Group adalah pengembang asal Indonesia yang telah menjadi perusahaan swasta terbesar di Australia dengan sejumlah proyek prestesius senilai triliunan rupiah.

Menurut Iwan  kawasan ASEAN seperti Malaysia, Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Singapura dan Thailand adalah beberapa negara yang saat ini menjadi sasaran investasi langsung investor Indonesia di luar negeri. Di luar ASEAN, ada China, Australia, Inggris, Jerman, Amerika, serta  beberapa negara Afrika dan Timur Tengah.

Tak hanya menciptakan iklim positif bagi investor semata menurut Iwan, kondisi tersebut sekaligus merupakan momen yang tepat bagi Crown Group untuk meningkatkan target pencapaian perusahaaan secara global dan meneruskan pencapaian hasil luar biasa yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan peningkatan sebesar 20% untuk nilai transaksi penjualan global atau sebesar Rp6 triliun pada tahun 2016. Untuk mencapai target tersebut kami akan melakukan sejumlah strategi, misalnya dengan menambah jumlah personil penjualan serta melakukan restrukturisasi manajemen guna memperkuat daya saing,” ungkapnya.

Tak hanya itu, tahun 2016 juga akan menjadi tahun yang luar biasa bagi Crown Group karena akan memperluas merek secara global dan meluncurkan penjualan tahap kedua V by Crown di Parramatta serta peluncuran proyek hunian baru di kawasan Waterloo yang belum pernah ada sebelumnya di Sydney.

Apartemen V by Crown merupakan gedung setinggi 27 lantai dan merangkum sebanyak 519 unit apartemen di area metropolitan dan business district, Parramatta, Sydney, Australia. Bangunan apartemen ini dirancang oleh arsitek internasional yang telah memenangkan banyak penghargaan, Allen Jack + Cottier (AJ+C) bekerjasama dengan arsitek keturunan Jepang dan Australia, Koichi.

Sementara, Parramatta saat ini dipersiapkan menjadi CBD kedua di Sydney dengan jumlah penduduk sebanyak 179,000 jiwa yang didominasi usia produktif antara 20 hingga 34 tahun. “Di Crown Group kami tidak hanya membangun apartemen tetapi membangun warisan bagi banyak orang dan ini mendorong kami untuk terus berkarya hingga melebihi batas inovasi,” ujar Iwan Sunito.

Crown Group tercatat sebagai pengembang Australia yang berhasil memecahkan rekor penjualan dengan membukukan nilai transaksi lebih dari Rp3,8 triliun dalam satu hari peluncuran portofolio mereka bertajuk Infinity by Crown Group di kawasan Green Square, tahun lalu.

Beberapa proyek besar yang dikembangkan Crown Group, antara lain; V by Crown Group di Parramatta, menara apartemen 20 lantai, Skye by Crown Group di North Sydney, pengembangan Oasis by Crown Group di kawasan barat Sydney dan Arc by Crown Group, menara hunian dengan 25 lantai di Clarence street; tepat di jantung kawasan CBD Sydney.

Semua orang ditakdirkan untuk bisa sukses. Hanya saja tingkat kesuksesan yang didapat tergantung dari kemampuan daya tahan yang dimiliki oleh masing-masing orang. Persepsi ini bukan sekadar teori. Iwan Sunito yang merupakan CEO dan founder Crown Group telah Iwan mengukir kisah sukses hidupnya di negeri orang yang tidak didapat secara instan. Dari kampung hutan, dimana masa kecilnya dihabiskan di pedalaman Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Iwan berhasil mengepakkan karirnya di industri properti Australia dengan capaian proyek saat ini bernilai triliunan rupiah.

Bagi Iwan- biasa ia disapa- kesuksesan hidup adalah optimisme, kerendahan hati, keyakinan dan kerja keras. Iwan sangat percaya, untuk mendapatkan kemampuan sampai berhasil, terkadang seseorang harus melawan rintangan yang ada dalam diri sendiri. “Perjalanan saya mengarungi kehidupan, sejauh ini telah mengembangkan kemampuan saya, termasuk kapasitas untuk belajar dari kegagalan tanpa melupakan impian saya,” ujar Iwan Sunito, suatu waktu. Iwan Sunito lahir di Surabaya, Jawa Timur.

Ketika berusia 12 tahun, ia pindah ke sebuah desa di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah,untuk mengikuti orang tuanya. Masa kecil Iwan dihabiskan pada kota kecil ini sampai pada akhirnya ia memutuskan pindah ke Australia guna melanjutkan pendidikan.

Iwan Sunito menyelesaikan Bachelor of Architecture, Honours dan Magister Manajemen konstruksi di University of New South Wales (UNSW). Pada tahun 1996, Iwan lantas mendirikan Crowm Group dengan mitra bisnisnya Paul Sathio. Dalam perkembangannya, Crown Group terus menciptakan sederet keberhasilan dalam bisnis property, termasuk ketika terjadi badai krisis keuangan global pada 2008. Saat itu, salah satu media cetak Australia, Financial Review Sunday, bahkan menggambarkan era tersebut sebagai momentum “titik balik” bagi Crown Group untuk menjadi salah satu perusahaan swasta terbesar di Australia.

Sebagai pengusaha, Iwan Sunito juga aktif di beberapa organisasi sosial. Pada tahun 2006, Iwan tercatat sebagai ketua dari Indonesia’s Tsunami Corporate Appeal. Iwan juga terlibat dalam penggalangan dana untuk rumah sakit anak di Sydney, The John Fawcett Eye Foundation di Bali serta panti asuhan di Indonesia.

Iwan juga tercatat sebagai ketua dari Sydney Christian Worship Centre dan B2B, sebuah program mentoring untuk professional muda. Salah satu prestasi Iwan adalah penghargaan 2013 Ernst & Young Entrepreneur of the Year Eastern Region Category Award, Golden Leadership Award 2013 Majalah Property& Bank, serta Indonesian Diaspora Enterpreneur Award 2013. Teranyar, Iwan Sunito, dianugerahi penghargaan tertinggi dalam industri properti di negara Kangguru sebagai 2015 Property Person of the Year oleh Urban Taskforce Australia. (MPI)

mpi-update.com