6 Hal yang Bikin Kamu Yakin Beli Properti

Big Banner

Pernah dengar keluhan pahit pembeli properti seperti finishing yang tidak rapi, atau janji manis pengembang yang tak kunjung dipenuhi, atau bahkan tertipu karena lokasi rumah yang kerap banjir. Atau kamu sendiri malah yang mengalami hal tersebut?

Direktur IPC Properti Australia, Stefan Miraglia, seperti dikutip dari laman realestate.com.au, mengatakan, setidaknya selain uang, konsumen juga harus punya modal pengetahuan sebagai kekuatan tawar saat membeli properti.

Dengan kata lain, kamu jangan terburu-buru menandatangani kesepakatan jual beli properti sebelum mendapatkan jawaban pasti dari pengembang atau agen properti tentang enam hal berikut ini:

  1. Laporan penjualan properti terbaru sang pengembang

Pertama kali kamu berkunjung ke lokasi properti yang kamu sasar, baik unuk rumah ataupun apartemen, tanyakan lebih dulu mengenai laporan penjualan properti terbaru kepada pengembang atau agen properti.

Dengan begitu kamu jadi mengetahui alasan si pengembang atau si agen menjual rumah/apartemen tersebut. Kamu juga jadi tahu rekam jejak dan kredibilitas pengembang/agen selama mereka memasarkan produk properti, terutama saat membeli dalam sistem inden.

Tanyakan pula potensi investasi properti tersebut. Bagaimanapun, properti adalah aset yang bernilai investasi. Tanyakan juga kepada pengembang berapa peluang Return of Investment (ROI)-nya.

  1. Daya saing properti sasaran di pasar

Selanjutnya, tanyakan bagaimana daya saing properti tersebut di pasar. Biasanya pengembang atau agen properti akan melakukan berbagai cara agar properti mereka laku.

Nah, tidak ada salahnya jika kamu menanyakan upaya apa saja yang sudah dilakukan pengembang/agen dalam memasarkan properti mereka.

Cermati rentang waktu pemasaran yang dilakukan hingga waktu ketika kamu mengunjungi properti tersebut. Apakah rentangnya enam bulan, satu tahun, atau bahkan lebih. Hal itu sangat penting untuk menjadi jurus daya tawarmu.

  1. Kendala pemasaran yang dialami si pengembang

Pertanyaan selanjutnya adalah kendala apa saja yang dialami pengembang sehingga properti mereka belum laku. Mungkin sekilas kamu tampak ‘kepo’ dan bawel. Tetapi, pertanyaan ini cukup masuk akal jika dicermati.

Pada sebagian kasus, pernah terjadi kendala pengembang dalam menjual rumah berkaitan dengan perizinan. Bahkan, sekalipun properti tersebut sudah dibangun, izinnya tak kunjung jadi. Untuk itu, tanyakan secara detail apakah ada kendala mengenai lahan atau sejenisnya.

  1. Kemampuan membeli properti

Kamu dapat menanyakan kepada diri sendiri, “Sudah mampukah saya membeli properti ini?” Jadi, pertanyaan tak hanya kamu ajukan kepada pengembang/agen, tapi juga kepada diri kamu sendiri.

Motivasi membeli properti mungkin tidak sama antara satu individu dengan individu lainnya. Ada yang membeli properti karena ingin aset, investasi, ada yang benar-benar memang butuh hunian.

Properti adalah barang yang berharga mahal. Ada kemungkinan kamu tidak mampu membayar di sela mencicil KPR-nya.

Pihak bank mungkin saja akan menyetujui permohonan kredit pinjamanmu, tapi kamu juga harus mengetahui adanya kestabilan keuanganmu sebelum menyicil properti.

  1. Apakah lokasi properti sudah tepat?

Tanyakan kepada diri sendiri, “Apakah saya menyukai lokasi rumah ini?” Pertanyaan ini akan menentukan kepuasanmu ke depan. Mengingat rumah adalah tempat tinggal idaman, tentu harus mengedepankan kenyamanan.

Jangan sampai kamu tergiur membeli properti hanya karena harganya murah, tetapi jauh dari fasilitas publik, sehingga kamulah yang akan kesulitan nanti.

  1. Tujuan membeli properti

Tanyakan pada diri sendiri, “Apa sih tujuan saya membeli properti ini?” Apakah untuk berinvestasi ataukah untuk ditempati.

Jika tujuanmu untuk berinvestasi, maka lokasi dan harga menjadi pertimbangan utama yang harus kamu pikirkan. Namun, jika tujuanmu untuk ditempati, maka kenyamanan dan fasilitas umum haruslah menjadi pertimbangan utama.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me