DKI Dapat 10 Rusun Dari Kompensasi  KLB

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta terus mengejar kewajiban pengembang terkait kompensasi dari kenaikan koefisien lantai bangunan (KLB) yang diminta. Naiknya  KLB membuat nilai ekonomisnya lebih optimal karena luas bangunannya menjadi bertambah. Misalnya luas tanahnya 6.000 meter persegi, bila KLB-nya 4, maka luas bangunan yang boleh dibangun 24.000 meter persegi. Dengan asumsi area yang boleh dibangun untuk tapak bangunan 40 persen (2.400 m2) maka ketinggian bangunannya sekitar 10 lantai (24.000 : 2.400).

Pembangunan Rusun Jakarta

Kompensasi yang diminta Pemprov DKI terhadap pengembang yang mendapatkan kenaikan KLB berupa pembangunan rumah susun (rusun) di Jakarta. Penawaran kenaikan KLB  merupakan salah satu cara Pemprov DKI  menyediakan hunian bagi warga kelas bawah tanpa biaya dari APBD. Proyek jalan layang Semanggi yang tengah dibangun salah satu proyek yang dibiayai dari kompensasi KLB.

“Dalam waktu dekat ini ada empat pengembang yang akan merealisasikan kewajibannya membangun rusun, yaitu Keppel Land, PT Sampoerna Strategic, PT Karya Mulia Gemilang, dan PT Putra Gaya Wahana. Mereka akan membangun sekitar 10 tower,” ujar Ika Lestari Adji, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta, di Balaikota, Kamis (21/4).

Setiap  rusun jumlah huniannya 270 unit sehingga seluruhnya sebanyak 2.700 unit. Saat ini tengah disiapkan legalitas dan administrasinya. Bila semua berjalan lancar proyek ini akan dimulai pembangunannya satu bulan mendatang.  Sepuluh tower rusun di luar 38 rusun yang akan dibangun Pemprov. Seluruh lahan yang menjadi lokasi pembangunan milik Pemrov. Desain dan layout bangunannya harus mengikuti patokan yang diberikan Pemprov DKI.  “Seluruh fasilitas juga sama karena prototype-nya dari kita, jadi mereka tinggal membangun. Beberapa tower ditarget sudah bisa digunakan tahun 2017,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me