Renovasi Habiskan Rp1,2 Miiar, Atap Gedung Ini Malah Ambruk

Big Banner

GUNUNGKIDUL – Proyek renovasi gedung Pemerintah Kabupaten Gunungkidul senilai Rp1,2 miliar, ambruk pada bagian struktur atapnya, pada Sabtu, 23 April 2016.

Proyek renovasi itu merupakan proyek yang baru berjalan empat bulan. Takpelak, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, ini membuat para pegawai dan siswa sedang praktik kerja lapangan (PKL) terutama perempuan yang berada di gedung itu kaget.

“Waktu itu masih istirahat dan sebagian besar masih Jumatan. Tiba-tiba ada suara bruk, saya kaget setelah saya lihat ternyata ada atap sisi timur yang ambrol,” tutur salah satu siswa SMK Zindy Fatikasari yang sedang PKL di kantor pemkab kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, tapi imbas dari insiden tersebut membuat taman bagian bawah gedung yang dibangun tahun 1992 rusak.

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Gunungkidul Hermawan Yustianto mengatakan, gedung pemkab tersebut belumlamadirenovasiataumasih sekitar empat bulan lalu. Semua genting diganti dengan genting lebih ringan, yaitu genting keramik. Tidak hanya itu, bangunan sisi atas juga diberikan atap samping yang disesuaikan dengan model sebelumnya. Hanya dari awalnya menggunakan rangka kayu diganti dengan rangka besi.

“Terus terang saya kaget dengan ada atap gedung yang ambrol dan runtuh, namun setelah saya tanyakan ke DPU, hal tersebut masih masuk wilayah pemeliharaan rekanan,” katanya kepada wartawan.

Dia berharap dengan kejadian ini, semua atap samping gedung pemkab juga dicek. Jangan sampai, lanjutnya, hal sama juga terjadi di atap-atap samping lainnya.

“Kalau di luar bisa membahayakanpegawaiataukendaraandinas pemkab yang biasa diparkir di bawahnya,” katanya.

Kepala DPU Gunungkidul Edy Praptono yang datang ke lokasi mengatakan, ada persoalan dalam merekatkan antara pilar baru dengan bangunan lama.

Hal itu terjadi karena lubang yang digunakan dan ditutup dengan semen tidak bisa menyatu sehingga mudah goyah. “Jadi pilar besi memang dimasukkan ke tembok lama. Namun kemungkinan tidak kuat menahan, jadi ambrol dan menarik yang lainnya,” katanya. Namun, rekanan yang mengerjakan, yaitu CV Nindya Buwana, sudah sanggup memperbaiki keadaan tersebut.

“Kita sudah sampaikan kondisinya pada rekanan. Ini belum penyerahan tahap kedua sehingga masih harus diperbaiki,” katanya. Dijelaskannya, proyek rehabilitasi gedung sekretariat daerah tersebut menelan anggaran Rp1,2 miliar. Anggaran tersebut digunakan mengganti ribuan genting dari genting semen menjadi genteng keramik.

“Itu untuk genting saja anggaran mencapai Rp600 juta, belum plafonnya,” ucapnya. Dia berjanji akan memeriksa pekerjaan rekanan yang menjadi catatan dengan ambrolnya pilar lantai dua membuat heboh tersebut.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me