KATA MEREKA: Trotoar Jalan Jakarta Diperlebar

Big Banner

JAKARTA – Jalanan kota Jakarta memang terkenal dengan kesemrawutannya, terutama pada jam tertentu seperti pulang kantor. Jalanan bisa sangat crowded. Bahkan, menjadi pemandangan lumrah, jika sepeda motor nekat jalan di trotoar demi menghindari kemacetan.

Di kota-kota besar, hak pejalan kaki sepertinya memang sudah tak ada, selain harus berbagi dengan para kendaraan, pejalan kaki juga harus rela berbagi dengan pedagang kaki lima.

Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau ahok berencana menghapus jalur lambat di Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman, karena ingin melebarkan trotoar. Menurut Ahok, bila pembatas jalur lambat dihilangkan maka trotoar bakal dimajukan, sehinga menjadi lebar hingga 9,5 meter.

Selain itu, Di trotoar itu bakal ditanami pohon-pohon, sedangkan pohon-pohon yang ada di pembatas jalur lambat dan jalur cepat sekarang ini akan dihilangkan.

Rencana tersebut mendapatkan respons beragam dari beberapa warga di Ibu Kota. Seperti Nisa Nuril (27), menurutnya jika rencana pelebaran trotoar dengan ‘memakan’ jalan maka akan menambah kemacetan. Nisa mengatakan, jika trotoar dilebarkan namun jalan raya dikurangi menjadi tidak efektif karena membuat kemacetan semakin parah.

“Kalau pelebaran jalannya makan jalan sih tidak setuju, karena makin macet nanti jalannya. Selain itu, kalau trotoar lebar juga hanya digunakan untuk pedagang kaki lima saja, ujung-ujungnya kita pejalan kaki jadi tidak nyaman,” jelasnya wanita yang setiap hari berjalan menuju kantornya di kawasan Sudirman.

Hal sama juga diungkapkan Febrina Syaifullana (28), menurutnya pelebaran jalan tersebut dimaksudkan harus jelas tujuannya untuk apa dan siapa?. “Setuju sih kalau pedestrian diperlebar, tapi nantinya akan menguntungkan siapa?pejalan kaki?pedagang?apa motor?,” tanyanya.

Menurut Febrina, percuma saja jika jalan trotoar atau pedestrian tersebut diperlebar, namun yang menggunakan bukan pejalan kaki. “Kecuali kalau pemerintah itu menyertakan sanksi yang tegas bagi yang menyalahartikan penggunaan trotoar,” jelasnya.

Sementara itu, Dwi Yuliani (29) mengatakan, jika jalur trotoar diperlebar dan jalur lambat malah dikurangi maka menambah kemacetan. “Pasti macet, soalnya kan jatah mobil pasti dikurangi, ” ungkap ibu satu anak yang bekerja di kawasan Thamrin.

Dwi menambahkan, pemerintah seharusnya memikirkan kembali rencana tersebut, agar jelas tujuan dan maksudnya. “Pemerintah harus pikirkan kembali regulasinya,” singkat dia.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me