Rumah Murah di Daerah Terkendala Pasokan Listrik dan Air

Big Banner

PALU – Ketua Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Tengah H Liardi menilai, bisnis perumahan khususnya rumah murah di daerahnya mempunyai prospek cukup baik, namun terkendala keterbatasan pasokan listrik dan air bersih.

“Kendala kami di daerah ini listrik dengan air,” katanya di Palu, Jumat (22/4/2016).

Menurut dia, akibat kendala tersebut rumah yang sudah terbangun terpaksa masuk dalam daftar tunggu. PT PLN (Persero) Area Palu mencatat daftar tunggu pelanggan saat ini sudah mencapai daya 35 MW. (Baca juga: Program Sejuta Rumah Harus Didukung Banyak Lembaga Keuangan)

Kendati demikian, kata Liardi, REI tetap mengembangkan perumahan karena kebutuhan saat ini cukup tinggi. Di Sulawesi Tengah, lanjutnya, daftar kebutuhan rumah yang belum terpenuhi mencapai 90 ribu unit. Kendala lainnya, menurut dia terkait izin lingkungan dan sertifikasi.

“Mengurus izin lingkungan dan sertifikasi tidak sesegera itu keluarnya,” katanya.

Dia mengatakan membaiknya prospek bisnis perumahan tidak saja terjadi di rumah murah atau rumah subsidi, tetapi juga untuk komersial. (Baca juga: Program Sejuta Rumah Hadapi Masalah Perizinan hingga Lahan)

Buktinya, kata dia, perusahaan besar sekelas Grup Ciputra terus membangun rumah dengan kelasnya sendiri.

Liardi mengatakan, fasilitas yang diberikan pemerintah melalui program perumahan rakyat juga banyak sehingga semakin mendorong minat investor bergerak di bidang perumahan.

Pada 2016, kata dia, sebanyak delapan perusahaan yang tergabung dalam REI Sulawesi Tengah mendapat bantuan pembangunan jalan di lingkungan perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Itu delapan perusahaan yang memenuhi kriteria,” katanya.

Liardi tidak merinci jumlah proyek tersebut, namun kata dia, REI berterima kasih karena sudah mendapat kepercayaan dari pemerintah dalam rangka mendorong percepatan sarana penunjang perumahan rakyat.

property.okezone.com