Prospek Rukos di Jatinangor Cukup Menjanjikan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dilirik kalangan pengembang untuk pengembangan berbagai jenis properti. Selain perumahan dan apartemen, rumah kost (rukos) juga ikut dikembangkan. Pengembangan rukos ini untuk meladeni kebutuhan tempat tinggal ribuan mahasiswa di Jatinagor.  Mereka kuliah di beberapa perguruan tinggi kampus Jatinangor, antara  lain, Insitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran (Unpad), STPDN, IKOPIN, dan IPDN. Apartemen yang dikembangkan juga menyasar mahasiswa seperti seperti Taman Melati Jatinangor dan Adede Park & Apartment.

Developer yang mengembangkan rukos Rajasaland dengan membangun Tatar Wangsa Rajasa di Jalan GKPN. Lokasinya di Cibeusi dan Cipacing, Jatinangor, persis di depan kampus IKOPIN dan IPDN. Di sini Rajasaland menawarkan rukos 12 kamar dengan harga sewa Rp1 juta/bulan. Pengembang memberi jaminan sewa selama 1 tahun.

Tatar Wangsa Rajasa Jatinangor

Tatar Wangsa Rajasa Jatinangor

“Properti yang kami tawarkan sangat menarik untuk investasi. Owner tidak perlu pusing mengurus rumah kosnya karena untuk mencari penyewa dan maintenance ada yang mengelola. Owner tinggal menerima passive income dari unit rukosnya,” ujar Bunga, staf pemasaran Rajasaland, kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (22/4).

Tatar Wangsa Rajasa dibangun di atas area seluas 4 ha. Semuanya 160 unit rumah dua lantai plus basement berukuran 264/120.  Kamarnya ukuran 3×4 meter plus kamar mandi dan sudah dilengkapi tempat tidur, meja, kursi, dan lemari. Harganya Rp2,7 -2,8  miliar per unit. Lantai basement dapat menampung 4 mobil dan 12 motor.

Menurut Bunga, tarif sewanya berkisar Rp1 – 1,5 juta per bulan tergantung fasilitas yang disediakan. Harga sewa yang menentukan pihak pengelola, bukan pemilik rukos. Tarif sewa tersebut sudah bersih (nett) sudah dipotong biaya pengelolaan dan keamanan.

Fasilitas pendukungnya cukup memadahi. Kawasan rukos disediakan kolam renang, lapangan basket, futsal, gym, kafe, dan masjid. Pengelola menyediakan 1.000 sepeda yang bisa digunakan penghuni kos untuk berkeliling di kawasan. Pengembangan tahap pertama sebanyak 34 unit sudah hampir rampung dan siap diroperasikan September 2016.

“Kami berani menjamin ada penyewanya karena potensi pasarnya sangat besar. Kalau sudah musim wisuda rumah penduduk di sekitar sini disewakan, pemiliknya pindah ke tempat lain untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari rumahnya,” pungkas Bunga.

housing-estate.com