Perkampungan Batak Didesak untuk Segera Dikonservasi

Big Banner

SAMOSIR – Perkampungan Batak di berbagai daerah kawasan Danau Toba harus segera dikonservasi dan ditetapkan sebagai kawasan perlindungan.

Hal tersebut bertujuan menjaga kekayaan daerah yang selama ini sudah banyak mengalami degradasi. Pegiat Advokasi dan Tata Ruang Danau Toba, Sri RM, mengatakan, jika dilihat dari prinsip alam dan kearifan lokal, kawasan pemukiman Batak pada waktu lampau yang saat ini disebut huta atau perkampungan, merupakan kawasan perkampungan yang sangat nyaman untuk hunian.

Terlebih dalam meletakkan berbagai prinsip hunian yang sudah dilakukan dengan kajian-kajian tertentu secara sistematis namun tidak menggunakan hitungan ilmiah. Dalam prinsip pendiri kampung, masyarakat Batak tempo dulu terlebih dulu melakukan pertimbangan arah angin dan menghindari tempat di pinggir sungai.

Selain menghindari longsor dan terpaan angin, rumah Batak juga tidak didirikan di daerah sempadan sungai agar tidak kebanjiran. “Jadi prinsip kampung dan hunian bagi masyarakat Batak dulu sangat baik, sehingga untuk saat ini perkampungan dan pemukiman masyarakat Batak yang masih ada harus segera diselamatkan dengan dimasukkan sebagai bagian dari konservasi oleh berbagai pihak,” ungkapnya di Samosir.

Sementara itu, Pegiat Budaya Batak Toba dari Jendela Toba, Jhonpower Siahaan, mengatakan, saat ini sangat aktif melakukan kampanye untuk penyelamatan Kampung Batak sebagai bukti dari peradaban pda masa lampau.

Menurutnya, konservasi dapat dilakukan di kawasan pemukiman Batak apabila masyarakat tetap menjaga, menghuni, dan mempertahankan berbagai kebiasaan di perkampungan. Mengonservasi perkampungan Batak tidak mudah, terlebih saat ini sudah banyak kehidupan masyarakat yang mengalami perubahan dari pola kebiasaan lama,” tandasnya.

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me