Sowe Cafe, Menggabungkan Konsep Desain Tropis Dan Vintage

Big Banner

Jakarta,SolusiProperti.com-Kafe masa kini tidak lagi hanya menyajikan makanan dan minuman yang digemari oleh konsumen, tetapi juga menawarkan suasana yang “membangkitkan” imajinasi. Dengan demikian, membuat para tamu merasa betah berlama-lama berada di kafe dan ingin datang kembali.

Hal yang sama berhasil terwujud pada Sowe Cafe yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto di tengah Kota Medan, Sumatera Utara. Tempat bersantap sekaligus tempat hangout ini berupa sebuah ruko empat lantai yang desain arsitektur dan desain interiornya dirancang oleh MAT Architect Team.

Konsep desain kafe ini adalah memadukan unsur tropis khas Indonesia dengan unsur vintage yang bernuansa Barat sehingga tercipta suasana yang tidak terlalu eksklusif, tetapi juga tidak berkesan tradisional. “Rasa” baru ini terwujud melalui pengolahan finishing detail dekoratif dan aplikasi aksesori yang unik, yang dikerjakan langsung dengan tangan (handmade) sehingga tampil beda dibandingkan dengan kafe lainnya.

Pada awal perencanaan, Tony Jackson sebagai principal architect dari MAT berupaya menghadirkan suasana “hutan” tropis di area lobi melalui aplikasi kayu, batu, dan pohon sintetik. Bagian muka dari pelat lantai dua dibuang agar terbentuk lubang void sedangkan plafon area lobi diolah jadi setinggi dua lantai, lalu plafon dicat dengan motif awan serta pepohonan. Di pojok ruang, dibuat rumah pohon, kincir air, dan patung hewan sehingga area lobi terasa luas, tampil memukau, serta “membangkitkan” imajinasi tamu yang datang ke kafe.

Beranjak ke ruang dalam, arsitek mengolah lantai satu menjadi area makan yang bersebelahan dengan tangga dan area bar sedangkan bagian belakang diolah untuk toilet, meja wastafel, serta dapur. Suasana tropis di area lobi “dilanjutkan” ke dalam melalui aplikasi kayu yang melapisi plafon dan sebagian dinding serta deretan kursi, sofa, dan meja makan. Bahkan, dedaunan sintetik juga dipakai untuk menghias sebagian plafon ruang sedangkan finishing lantainya dibuat dari acian semen yang kasar.

Dekorasi khas tropis ini masih diterapkan di area makan yang berada di lantai dua atau mezanin. Bahkan di pojok ruang, terdapat rumah pohon yang merupakan tempat makan favorit. Selain sebuah cermin berukuran besar, aksesori bernuansa rustic juga diaplikasikan untuk menghias ruang seperti kipas angin antik dan poster di dinding.

Naik ke lantai tiga, suasana ruang terasa berubah berkat desain interiornya yang bernuansa vintage diantaranya berupa permukaan dinding yang dilapisi oleh susunan bata ekspos dan dinding bata yang dicat warna putih. Plafon juga dicat warna putih sedangkan balok-balok kayunya sengaja diekspos. Tata letak ruang juga diubah karena di lantai ini terdapat dinding-dinding penyekat.

Finishing dan aksesori interior bernuansa tropis serta vintage ini juga didukung oleh tata pencahayaan (lighting) yang optimal berupa deretan lampu spotlight, lampu downlight, dan lampu tersembunyi (indirect lighting) jenis LED yang diterapkan di plafon. Secara keseluruhan, desain kafe ini memang memiliki karakter yang “kuat”. (YN)

solusiproperti.com