Jawa Berpotensi Langka Air

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Jumlah penduduk terpadat dan penggunaan air yang besar di Pulau Jawa membuat ketersediaan air permukaan di Pulau Jawa berpotensi mengalami kelangkaan. Dari jumlah ketersediaan air permukaan sebesar 3.960 miliar meter kubik di Indonesia, porsi cadangan air di Pulau Jawa hanya 4 persen.

ilustrasi

ilustrasi

“Indeks air per kapita di Jawa sebesar 15.631 meter kubik/orang/tahun namun penggunaannya mencapai 1.700 meter kubik/orang sehingga sangat berpotensi terjadi kelangkaan. Secara nasional ketersediaan air di Indonesia cukup tinggi tapi kondisinya tidak merata seperti di Jawa ini yang sangat rendah tapi penduduknya paling padat,” ujar Waluyo Hatmoko, saat orasi pengukuhan Profesor Riset Bidang Teknik Konservasi dan Tata Air di Jakarta, Jumat (22/4).

Waluyo juga menjelaskan perbedaan antara kelangkaan dan kekeringan air. Kekeringan terjadi akibat alam yang disebabkan oleh iklim sehingga manusia tidak bisa mencegah dan hanya bisa mempersiapkan mitigasinya. Sementara kelangkaan air, hal ini terjadi karena ulah manusia yang terlalu berlebihan menggunakan air tanpa upaya untuk kelestariannya seperti menjaga hutan maupun lingkungan. Kelangkaan air ini bisa diatasi dengan manajemen ketersediaan air.

Manajemen ketersediaan air pada prinsipnya menambah jumlah air yang tersedia untuk mencapai pemenuhan kebutuhan air. Salah satunya adalah dengan konsep memanen air saat berlimpah dan menyimpannya untuk digunakan saat musim kemarau. Manajemen air ini juga untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.

“Konsep memanen air ini bisa diterapkan di daerah banjir, sawah tadah jujan, hingga berbagai tampungan makro maupun mikro. Kita juga bisa memaksimalkan atap rumah atau pemukiman untuk memanen air yang jatuh. Hal lainnya dengan pengaturan tata ruang supaya memiliki rasio hutan yang cukup,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me